Persaingan Pengembangan Vaksin Covid-19 Mulai Merambah Pencurian Data

Senin, 20 Juli 2020 - 11:09 WIB
loading...
A A A
Bagaimana respons China? China mengklaim mereka memimpin dalam perlombaan vaksin korona. China menentang segala bentuk serangan siber. China memiliki tiga kandidat vaksin yang sedang tahap uji klinis. Tiga di antaranya sudah memasuki fase kedua tahap klinis, termasuk vaksin yang dikembangkan Sinovac Biotech, perusahaan berbasis di Beijing. (Lihat videonya: Seorang Nenek Renta di Banyuasi Digugat Anaknya Sendiri Perihal Warisan)

Menurut pakar imunitas China yang enggan disebutkan namanya, mengatakan China mengembangkan vaksin inactivated, sedangkan AS fokus pada vaksin berbasis DNA dan RNA. Itu menunjukkan materi penelitian AS memiliki nilai sedikit bagi China. Para pakar juga menyatakan China membuka informasi penelitian tentang vaksin tersebut. Buktinya, China bekerja sama dengan mitra asing, termasuk di antaranya AS, Inggris, dan Jerman.

“AS bisa merusak mekanisme kerja sama dengan membuat tuduhan spionase siber,” kata Lu Xang, peneliti kajian AS di Chinese Academy of Social Sciences di Beijing kepada The Global Times. China mampu melakukan penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 dengan independen. “Kita bukan satu-satunya yang membutuhkan vaksin, mereka juga,” katanya.

Iran juga menjadi negara yang kerap dituduh karena hendak mencuri data terkait penelitian dan pengembangan obat serta vaksin virus korona. Para peretas asal Iran menargetkan Gilead Sciences, produsen remdesivir, obat yang diklaim mampu mengobati virus korona. Peretasan itu dilakukan melalui email yang didesain untuk mencuri kata sandi para eksekutif Gilead dalam bidang hubungan korporasi dan legal. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved