Sekutu Putin Suarakan Dukungan untuk Trump: Teruslah Berjuang
Rabu, 05 April 2023 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
"Harapan untuk perdamaian adalah Donald Trump," ia menambahkan.
Sementara itu, Trump sering mengkritik Biden atas kebijakannya terkait perang. Pada bulan Februari, Trump mengatakan kepada para pendukungnya di rapat umum Florida bahwa perang tidak akan terjadi jika dia terpilih kembali.
"Putin tidak akan pernah pergi ke Ukraina jika saya menjadi presiden," kata Trump, seraya menambahkan bahwa dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin Rusia itu.
George Ajjan, seorang ahli strategi politik internasional, mengatakan kepada Newsweek bahwa pesan Orban kepada Trump menunjukkan nilai-nilai yang dimiliki bersama.
"Sentimen akrab antara Trump dan Orban tidak ada hubungannya dengan Putin dan lebih berkaitan dengan keanggotaan mereka di suku politik yang sama: Populis yang dengan terampil memanipulasi sentimen sayap kanan dalam upaya mereka untuk tetap berkuasa," terang Ajjan.
"Masing-masing memakai kredensial anti-kemapanan masing-masing sebagai lencana kehormatan: Trump dengan berani menggagalkan konsensus Beltway ketika itu cocok untuknya, sama seperti Orban menikmati kekhawatiran yang ia bawa pada birokrat UE. Dalam konteks ini, pesan solidaritas Orban dengan Trump masalah hukum sangat masuk akal, karena Hongaria telah dipilih dan diberi sanksi oleh Brussel di bawah kepemimpinannya," tukasnya.
Baca Juga: Donald Trump Terbang ke New York untuk Serahkan Diri
Sementara itu, Trump sering mengkritik Biden atas kebijakannya terkait perang. Pada bulan Februari, Trump mengatakan kepada para pendukungnya di rapat umum Florida bahwa perang tidak akan terjadi jika dia terpilih kembali.
"Putin tidak akan pernah pergi ke Ukraina jika saya menjadi presiden," kata Trump, seraya menambahkan bahwa dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin Rusia itu.
George Ajjan, seorang ahli strategi politik internasional, mengatakan kepada Newsweek bahwa pesan Orban kepada Trump menunjukkan nilai-nilai yang dimiliki bersama.
"Sentimen akrab antara Trump dan Orban tidak ada hubungannya dengan Putin dan lebih berkaitan dengan keanggotaan mereka di suku politik yang sama: Populis yang dengan terampil memanipulasi sentimen sayap kanan dalam upaya mereka untuk tetap berkuasa," terang Ajjan.
"Masing-masing memakai kredensial anti-kemapanan masing-masing sebagai lencana kehormatan: Trump dengan berani menggagalkan konsensus Beltway ketika itu cocok untuknya, sama seperti Orban menikmati kekhawatiran yang ia bawa pada birokrat UE. Dalam konteks ini, pesan solidaritas Orban dengan Trump masalah hukum sangat masuk akal, karena Hongaria telah dipilih dan diberi sanksi oleh Brussel di bawah kepemimpinannya," tukasnya.
Baca Juga: Donald Trump Terbang ke New York untuk Serahkan Diri
(ian)
Lihat Juga :