Sebabkan Kepunahan Umat Manusia, Presiden Uganda Sebut Homoseks Lebih Berbahaya dari Narkoba
Rabu, 05 April 2023 - 03:27 WIB
loading...
A
A
A
Dia menegaskan komitmennya untuk menandatangani RUU Anti-Homoseksualitas, bersumpah tidak akan pernah mengizinkan promosi dan publikasi homoseksualitas di Uganda, dan menekankan bahwa hal itu tidak akan pernah ditoleransi.
George Peter Kaluma, seorang anggota parlemen dari Kenya, mengungkapkan kekagumannya kepada Presiden Museveni dan Parlemen Uganda atas tindakan mereka, yang menurutnya akan menjadi sumber inspirasi bagi badan legislatif Afrika lainnya.
Peter memuji sikap tegas yang diambil Uganda dan memuji negara itu karena menegakkan kedaulatan Afrika sebagai benua merdeka. Dia menambahkan bahwa Afrika menghadapi masalah yang lebih besar daripada perbudakan atau kolonialisme.
"Seseorang yang mengusulkan bahwa harus ada pernikahan sesama jenis atau hubungan sesama jenis adalah orang yang berusaha menghapus seluruh umat manusia dari muka bumi ini. Jadi, kami sangat senang melihat Anda bersikap tegas dalam hal ini," kata anggota parlemen Kenya itu.
"Begitu banyak negara Afrika sekarang membuat undang-undang serupa. Kenya sedang menyusun undang-undang perlindungan keluarga, Ghana dan Malawi dan banyak lainnya," ia mengungkapkan.
Di banyak negara Afrika, homoseksualitas dipandang tidak bermoral dan tidak wajar. Akibatnya, ada upaya untuk mengkriminalisasi hubungan sesama jenis dan melarang tindakan homoseksual. Upaya ini seringkali didukung oleh kepercayaan agama dan budaya yang mengutuk homoseksualitas, dan banyak orang di negara-negara ini percaya bahwa perilaku tersebut bertentangan dengan tatanan alam.
Terlepas dari tekanan internasional, khususnya dari pejabat Barat dengan dalih mendukung 'Hak Seksual Manusia', untuk mengubah undang-undang dan sikap ini, banyak negara Afrika terus menolak homoseksualitas dan secara aktif bekerja untuk mencegahnya diterima atau dipromosikan di masyarakat mereka.
George Peter Kaluma, seorang anggota parlemen dari Kenya, mengungkapkan kekagumannya kepada Presiden Museveni dan Parlemen Uganda atas tindakan mereka, yang menurutnya akan menjadi sumber inspirasi bagi badan legislatif Afrika lainnya.
Peter memuji sikap tegas yang diambil Uganda dan memuji negara itu karena menegakkan kedaulatan Afrika sebagai benua merdeka. Dia menambahkan bahwa Afrika menghadapi masalah yang lebih besar daripada perbudakan atau kolonialisme.
"Seseorang yang mengusulkan bahwa harus ada pernikahan sesama jenis atau hubungan sesama jenis adalah orang yang berusaha menghapus seluruh umat manusia dari muka bumi ini. Jadi, kami sangat senang melihat Anda bersikap tegas dalam hal ini," kata anggota parlemen Kenya itu.
"Begitu banyak negara Afrika sekarang membuat undang-undang serupa. Kenya sedang menyusun undang-undang perlindungan keluarga, Ghana dan Malawi dan banyak lainnya," ia mengungkapkan.
Di banyak negara Afrika, homoseksualitas dipandang tidak bermoral dan tidak wajar. Akibatnya, ada upaya untuk mengkriminalisasi hubungan sesama jenis dan melarang tindakan homoseksual. Upaya ini seringkali didukung oleh kepercayaan agama dan budaya yang mengutuk homoseksualitas, dan banyak orang di negara-negara ini percaya bahwa perilaku tersebut bertentangan dengan tatanan alam.
Terlepas dari tekanan internasional, khususnya dari pejabat Barat dengan dalih mendukung 'Hak Seksual Manusia', untuk mengubah undang-undang dan sikap ini, banyak negara Afrika terus menolak homoseksualitas dan secara aktif bekerja untuk mencegahnya diterima atau dipromosikan di masyarakat mereka.
Lihat Juga :