Kepala Serikat Polisi California Jadi Bandar Besar Narkoba, Terancam 20 Tahun Penjara

Senin, 03 April 2023 - 22:01 WIB
loading...
Kepala Serikat Polisi...
Kepala serikat polisi San Jose, Joanne Marian Segovia, dituduh mengimpor dan menjual kembali narkoba jenis opioid sintetik yang mematikan. Foto/allsides.com
A A A
WASHINGTON - Kepala serikat polisi San Jose, Joanne Marian Segovia, dituduh mengimpor dan menjual kembali narkoba jenis opioid sintetik yang mematikan dari pemasok di setengah lusin negara ke pelanggan di seluruh Amerika Serikat (AS).

Joanne Marian Segovia telah menyerahkan diri pada Jumat (31/3/2023), menurut media lokal.

Dia menghadapi ancaman hukuman 20 tahun penjara karena mencoba mengimpor valerylfentanyl secara tidak sah. Valerylfentanyl merupakan analog fentanil sintetik Schedule I.

Segovia diduga menghabiskan hampir satu dekade masa jabatannya sebagai direktur eksekutif Asosiasi Petugas Polisi San Jose yang memperdagangkan obat-obatan mematikan.

Dia menggunakan sumber daya polisi untuk memindahkan pil dan bubuk ke seluruh penjuru AS.

Baca juga: Rusia, Iran, Suriah, dan Turki Bertemu di Moskow, Pukulan Baru bagi AS?

Dengan menggunakan komputer pribadi dan kantornya, dia memesan ribuan pil sekaligus dari China, Hong Kong, Hungaria, dan India, menerima setidaknya 61 pengiriman seperti itu di kantor serikat pekerja dan rumahnya antara Oktober 2015 dan Januari 2023 yang diberi label sebagai peralatan pesta, riasan, cokelat, dan barang-barang tidak berbahaya lainnya, menurut pengaduan pidana Departemen Kehakiman AS.

Dia kemudian menggunakan akun UPS serikat pekerja untuk mengirimkan narkotika sintetis ke pelanggan domestik langsung dari kantornya, menerima pembayaran melalui CashApp.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menemukan nama dan alamat Segovia di telepon tersangka penyelundupan narkoba internasional dan kemudian mencegat lima pengiriman kepadanya antara Juli 2019 dan Januari 2023, menjaring lebih dari satu kilogram zat yang dikendalikan, termasuk ribuan pil tramadol opioid sintetis dan tapentadol.

Dimintai keterangan tentang paket itu oleh agen Keamanan Dalam Negeri pada Februari, dia bersikeras bahwa itu hanya suplemen. Dia juga mengaku "bekerja untuk departemen kepolisian".

Dalam wawancara kedua, Segovia mengklaim seorang teman keluarga dan pembantu rumah tangga dengan masalah narkoba bertanggung jawab atas paket itu, meskipun lubang dalam ceritanya gagal meyakinkan agen.

Segovia diyakini terus melakukan pemesanan setelah kunjungan pertama agen tersebut, dan pesanan yang ditujukan ke alamatnya dicegat pada 13 Maret dalam perjalanan dari China.

Berlabel “JAM”, isinya termasuk stiker perekat putih yang mengandung valerylfentanyl.

Segovia dibebaskan tanpa ikatan dan diperintahkan untuk tidak bepergian ke luar California Utara.

Selain hukuman penjara, dia dapat didenda hingga USD250.000 dan menjalani pembebasan dengan pengawasan setidaknya selama tiga tahun.

Overdosis fentanyl, yang menewaskan lebih dari 70.000 orang Amerika pada tahun 2021, adalah “satu-satunya tantangan terbesar yang kita hadapi sebagai satu negara,” menurut Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas mengatakan kepada subkomite Alokasi Senat pada Rabu.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menyita rekor 15.000 pon fentanil tahun lalu dan dilaporkan akan menggandakan jumlah itu tahun ini.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Hukuman Syahrul Yasin...
Hukuman Syahrul Yasin Limpo Diperberat Jadi 12 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved