AS Minta China Tak Bereaksi Berlebihan soal Presiden Taiwan Singgah di Amerika

Kamis, 30 Maret 2023 - 12:34 WIB
loading...
AS Minta China Tak Bereaksi...
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dijadwalkan singgah di beberapa kota di Amerika Serikat sebagai bagian dari kunjungannya ke beberapa negara Amerika Tengah. Foto/REUTERS/Ann Wang
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih minta China untuk tidak bereaksi berlebihan terkait Presiden Taiwan Tsai Ing-wen singgah di Amerika Serikat (AS) dalam kunjungannya ke beberapa negara Amerika Tengah.

Washington mengatakan transit seperti itu sebagai hal yang normal.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby menekankan bahwa transit Presiden Tsai Ing-wen sejalan dengan kebijakan AS, yang mengakui klaim China atas pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

“Transit ini konsisten dengan hubungan tidak resmi kami yang sudah berlangsung lama dengan Taiwan dan konsisten dengan kebijakan ‘Satu China’ Amerika Serikat, yang tetap tidak berubah,” katanya, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (30/3/2023).

Baca Juga: Presiden Taiwan Terbang ke AS, China Murka

“Tidak ada alasan—tidak ada—bagi China untuk bereaksi berlebihan di sini,” ujar Kirby, mencatat bahwa Washington mengharapkan transit normal dan lancar oleh Tsai.

Tsai dijadwalkan melakukan perjalanan melintasi New York pada hari Rabu (29/3/2023) dan melintasi Los Angeles pada bulan April sebagai bagian dari perjalanan ke dan dari Guatemala dan Belize.

Dia dijadwalkan kembali ke Taipei pada 7 April.

Presiden Taiwan telah melintasi AS sebelumnya, terakhir pada tahun 2019. Tapi kali ini dia diperkirakan akan bertemu dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy di California, sebuah langkah yang kemungkinan akan memicu kemarahan Beijing.

Kirby mengatakan dia tidak dapat berbicara untuk legislator top Partai Republik tersebut atau pun agendanya.

Beijing, bagaimanapun, telah berulang kali memperingatkan soal pertemuan itu.

Zhu Fenglian, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, mengatakan kepada wartawan awal pekan ini bahwa transit AS oleh Tsai lebih dari sekadar menunggu di bandara dan hotel.

Dia mengeklaim bahwa itu dirancang untuk memungkinkan Tsai bertemu dengan pejabat dan legislator AS.

"Jika dia melakukan kontak dengan Ketua DPR AS McCarthy, itu akan menjadi provokasi lain yang secara serius melanggar prinsip 'Satu China', merusak kedaulatan dan integritas teritorial China, dan menghancurkan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," katanya.

"Kami dengan tegas menentang ini dan pasti akan mengambil langkah-langkah untuk melawan balik," imbuh Zhu, tanpa memberikan perincian.

Beijing menggelar latihan perang di sekitar Taiwan Agustus lalu ketika Ketua DPR AS saat itu Nancy Pelosi mengunjungi Taipei.

Pada hari Rabu, Gedung Putih memperingatkan agar tidak melakukan langkah serupa setelah perjalanan Tsai. “Republik Rakyat China seharusnya tidak menggunakan transit ini sebagai dalih untuk meningkatkan aktivitas apa pun di sekitar selat Taiwan,” kata Kirby.

Di bawah kebijakan “Satu China”, AS mengakui Republik Rakyat China (RRC) di Beijing atas Republik China (ROC) atau Taiwan di Taipei sebagai satu-satunya pemerintahan China yang sah.

Tetapi Washington tidak memihak pada kedaulatan Taiwan, berpendapat bahwa masa depan pulau itu harus ditentukan dengan cara damai.

Kebijakan ini berbeda dengan prinsip “Satu China” RRC, di mana Beijing menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayahnya.

AS tidak secara resmi mengakui Taiwan tetapi memiliki hubungan perdagangan dan keamanan dengan pulau itu.

Hubungan antara Beijing dan Washington telah memburuk karena berbagai titik ketegangan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk masalah perdagangan, status Taiwan, klaim China di Laut China Selatan, dan dorongan AS yang terus berlanjut terhadap pengaruh China yang berkembang di Indo-Pasifik.

Hubungan kedua negara semakin tegang awal tahun ini ketika AS menembak jatuh balon mata-mata China yang melintasi wilayahnya.

China bersikeras bahwa itu adalah balon cuaca yang menyimpang dari jalurnya dan mengutuk keputusan AS untuk menjatuhkannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved