Alasan dan Latar Belakang ICC Mengeluarkan Surat Penangkapan Vladimir Putin

Selasa, 21 Maret 2023 - 18:06 WIB
loading...
Alasan dan Latar Belakang...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS/sputnik
A A A
DEN HAAG - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki babak baru. Pengadilan Kriminal Internasional atau ICC mengeluarkan perintah penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Surat tersebut resmi dikeluarkan pihak ICC di Den Haag, Belanda, pada Jumat, 17 Maret 2023. Alasan dan latar belakang ICC mengeluarkan surat penangkapan itu pun menjadi sorotan dan pertanyaan besar.

Melalui keterangan resmi yang ada di lamannya, ICC secara tegas menyatakan bahwa Putin bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina.

Selain itu, Putin juga diduga melakukan deportasi paksa anak-anak secara tidak sah dari wilayah pendudukan Ukraina ke Rusia.

Baca juga: Putin Buat Prediksi Penting tentang Afrika di Masa Depan

Kejahatan-kejahatan itu disebut dilakukan sejak 24 Februari 2022, sejak Rusia menyerang Ukraina.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendukung dan menganggap bahwa langkah itu sudah sangat tepat. Dengan yakin, Biden mengatakan Putin jelas melakukan kejahatan perang.

Selain Putin, ICC juga memasukkan nama Komisaris Hak Anak Rusia Maria Alekseyevna Lvova-Belova. Sama seperti Putin, Maria juga dituduhkan atas deportasi anak-anak tidak sah dari Ukraina ke Rusia.

Pertanyaan lain yang kemudian juga muncul, apakah ICC bisa menangkap Putin padahal Rusia bukan anggota ICC?

Surat penangkapan tersebut memang tidak bisa diberlakukan di Rusia. Namun, jelas akan mengganggu aktivitas Putin jika ingin bepergian ke luar negeri.

Putin tidak bisa lagi secara bebas bertemu kepala negara di luar negaranya, sebab ia bisa ditangkap jika menginjakkan kaki di salah satu dari 123 negara anggota ICC.

Vladimir Putin bukanlah pemimpin negara yang pertama masuk dalam daftar penangkapan ICC. Sebelumnya, ada Presiden Sudan periode 1989-2019 Umar al-Bashir yang menjadi buronan ICC sejak 4 Maret 2009.

ICC menyebut, Umar diduga sengaja mengarahkan serangan terhadap penduduk sipil. Berbagai tindak kejahatan seperti pemerkosaan, pembunuhan, pemusnahan, dan pemindahan paksa juga dilakukannya.

Umar menjadi kepala negara pertama yang ada di daftar penangkapan ICC. Mantan anggota militer ini memiliki pengalaman berperang dengan tentara Mesir dalam melawan Israel pada tahun 1973.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved