Marah, Presiden Mikronesia Tuduh China Lakukan Perang Politik dan Penyuapan

Sabtu, 11 Maret 2023 - 04:12 WIB
loading...
Marah, Presiden Mikronesia...
Presiden David Panuelo menuduh China melakukan perang politik dan penyuapan di Mikronesia. Foto/UNTV
A A A
PALIKIR - Presiden Mikronesia David Panuelo menuduh China melakukan "perang politik", penyuapan, dan penindasan. Tuduhan itu disampaikan dalam surat kemarahan yang meledak-ledak kepada Parlemen.

“Sederhananya, kita menyaksikan perang politik di negara kita,” kata Panuelo dalam suratnya, merinci tuduhan spionase China, pemaksaan terhadap pejabat pemerintah dan ancaman langsung terhadap keselamatan pribadinya.

Panuelo, yang statusnya sudah demisioner, sebelumnya menyuarakan keprihatinan tentang kekuatan Beijing yang tumbuh di Pasifik Selatan. Dia telah menentang kesepakatan keamanan yang memungkinkan pasukan China dikerahkan ke wilayah tersebut.

Namun suratnya melangkah lebih jauh, memperingatkan pemerintah Mikronesia yang akan datang tentang rentetan ancaman yang dia yakini berisiko membuat federasi pulau yang berpenduduk jarang itu menjadi negara bawahan.

Baca juga: Meski Jalin Hubungan dengan China, Mikronesia Jadi Pangkalan Baru Militer AS

"China menunjukkan kemampuan yang tajam untuk merongrong kedaulatan kita, menolak nilai-nilai kita, dan menggunakan pejabat terpilih dan senior kita untuk tujuan mereka sendiri," lanjut dia dalam suratnya, seperti dikutip AFP, Jumat (10/3/2023).

Di antara tuduhan dramatis itu, Panuelo mengeklaim rekan kabinetnya sendiri mengirimkan rekaman pertemuan bilateral langsung ke China.

“Kami disuap untuk terlibat, dan disuap untuk diam. Itu kata yang berat, tapi itu deskripsi yang akurat,” katanya.

“Kamu menyebutnya apa lagi ketika seorang pejabat terpilih diberi amplop berisi uang setelah makan di kedutaan RRC atau setelah pelantikan?” katanya, menggunakan inisial nama resmi China, Republik Rakyat China.

Dia juga mengatakan dia secara pribadi diikuti oleh "dua pria China" saat menghadiri pertemuan di Fiji Juli lalu.

Panuelo mengeklaim bahwa keduanya adalah pejabat kedutaan dan salah satunya kemudian diidentifikasi sebagai "petugas intelijen" yang terkait dengan militer China.

“Agar jelas: Saya mendapat ancaman langsung terhadap keselamatan pribadi saya dari pejabat RRC yang bertindak dalam kapasitas resmi,” imbuh dia, yang juga mengeklaim bahwa dia harus mengganti nomor teleponnya karena panggilan terus-menerus dari duta besar China yang mencoba membujuknya untuk menerima vaksin Covid-19 China.

Panuelo lebih lanjut mengungkapkan bahwa dia telah berdiskusi dengan menteri luar negeri Taiwan tentang kesepakatan yang memungkinkan negaranya untuk menjauhkan diri dari pendanaan dan dukungan China—di mana Taiwan menawarkan untuk mengambil tanggung jawab untuk proyek-proyek besar yang saat ini dibiayai oleh China.

Beijing dengan cepat mengecam klaim tersebut, menuduh Panuelo melakukan fitnah dan tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta.

“China selalu memperlakukan semua negara, besar atau kecil, secara setara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.

“Pihak China selalu bersedia—berdasarkan Prinsip Satu China—untuk menegakkan prinsip saling menghormati, kesetaraan dan saling menguntungkan, mendorong kerja sama yang bersahabat dengan Mikronesia,” imbuh dia.

Panuelo (58) kalah dalam pemilu awal pekan ini, menandakan berakhirnya masa jabatan empat tahunnya sebagai pemimpin--dengan penggantinya diperkirakan akan dipilih oleh Kongres pada bulan Mei mendatang.

Panuelo mendesak anggota Parlemen untuk mengesahkan undang-undang untuk melindungi negara dari pencucian uang dan mempromosikan integritas politik.

“Apakah Anda secara pribadi menerima suap dari RRC? Jika jawabannya 'tidak', Anda termasuk minoritas,” katanya.

Negara Federasi Mikronesia—yang memiliki populasi lebih dari 100.000 orang—bersekutu erat dengan Amerika Serikat, mempertahankan hubungan yang kuat dengan Washington bahkan setelah memperoleh kemerdekaan lebih dari tiga dekade lalu.

Washington dan Beijing semakin bersaing untuk mendapatkan pengaruh di Pasifik, karena China mengejar lebih banyak kekuasaan di bidang yang secara strategis penting di kawasan tersebut.

Meskipun terletak di tengah Pasifik, Negara Federasi Mikronesia terletak di persimpangan maritim utama dan terletak di tenggara Guam—rumah bagi sejumlah besar aset militer AS yang terbukti penting dalam setiap konflik atas Taiwan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved