Kolonel Arab Saudi Ini Membelot usai Mengkritik Pangeran Mohammed bin Salman

Sabtu, 11 Maret 2023 - 03:57 WIB
loading...
Kolonel Arab Saudi Ini...
Rabih Alenezi, kolonel Arab Saudi yang membelot setelah mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Foto/YouTube via MEE
A A A
RIYADH - Seorang pria Arab Saudi mengaku sebagai kolonel di Direktorat Jenderal Keamanan Publik yang telah membelot setelah mengkritik keras Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) .

Pria itu mengaku bernama Kolonel Rabih Alenezi. Tanpa menyebut lokasi keberadaannya yang sekarang, Alenezi, melalui Twitter, gencar mengkritik Visi 2030 yang diluncurkan MBS.

Namun akun Twitternya telah ditangguhkan. Middle East Eye (MEE), yang melakukan verifikasi, menyebut akun Twitter-nya dapat dipercaya.

Dalam sebuah video yang di-posting minggu ini, Kolonel Rabih Alenezi mengatakan dia meninggalkan jabatannya karena pelanggaran berbahaya terhadap hak asasi manusia (HAM)serta kebijakan sembrono dan kecerobohan politik Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Baca juga: Iran dan Arab Saudi Berdamai setelah 7 Tahun Bermusuhan

Di Twitter, dia menyatakan keprihatinan atas tingkat penghilangan paksa di Kerajaan Arab Saudi dan mengatakan bahwa strategi putra mahkota untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi, yakni Visi 2030, telah menjadi bencana.

Dia juga me-retweet posting-an tentang dua anggota muda suku Howeitat, ribuan di antaranya dilaporkan telah mengungsi tanpa kompensasi yang memadai atau perumahan alternatif, untuk memberi jalan bagi megaproyek NEOM senilai USD500 miliar.

Salah satu tweet terakhirnya sebelum penangguhan akunnya menanyakan di mana jenazah jurnalis Arab Saudi yang dibunuh, Jamal Khashoggi.

Halaman YouTube-nya, termasuk empat video panjang yang di-posting dalam seminggu terakhir, tetap terbuka.

Twitter, yang dilaporkan telah membubarkan tim persnya, belum menjawab permintaan komentar pada hari Kamis.

Pembelotan Alenezi terjadi beberapa hari setelah Emad al-Moubayed, mantan imam di Masjid Raja Abdulaziz di Dammam, melarikan diri dari kerajaan setelah mengkritik reformasi baru-baru ini dalam industri hiburan.

Mem-posting kritik apa pun terhadap Arab Saudi secara online dengan aman dan bebas telah menjadi semakin menantang bagi para aktivis dalam beberapa tahun terakhir, dengan "pasukan troll" yang siap menyerang kritik dan menyebarkan propaganda, serta penghilangan dan penangkapan mereka yang berbicara.

Lebih dari selusin anak muda yang menggunakan akun media sosial anonim untuk mengkritik kebijakan dan praktik di kerajaan menghilang pada Mei dan Juni 2021.

Teman dan pengamat mereka memberi tahu MEE, Jumat (10/3/2023), bahwa mereka mencurigai ratusan orang lainnya ditangkap pada waktu yang sama.

Beberapa telah muncul di penjara yang dijalankan oleh polisi rahasia, dituduh melakukan terorisme.

Salah satunya, Abdullah Jelan, yang pada November dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, dan larangan bepergian 10 tahun, karena tweet-nya tentang pengangguran.

Dia bergabung dengan daftar orang Saudi yang terus bertambah dengan sedikit profil publik, termasuk Salma al-Shehab, Nourah al-Qahtani, dan Saad Almadi, yang telah dijatuhi hukuman panjang dalam setahun terakhir karena tweet yang mengkritik pemerintah Saudi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved