Protes Keberadaan Transgender di Kamar Mandi Wanita, Siswa SMP Ini Ditangkap Polisi

Kamis, 23 Februari 2023 - 16:40 WIB
loading...
Protes Keberadaan Transgender...
Protes Keberadaan Transgender di Kamar Mandi Wanita, Siswa SMP Ini Ditangkap Polisi. FOTO/CBN
A A A
ONTARIO - Seorang siswa Sekolah Menengah Katolik St. Joseph di Ontario, Kanada , telah menjadi berita sejak November lalu. Siswa itu, Josh Alexander (16) diskors dari sekolah karena mengorganisir dan memimpin protes terhadap keberadaan transgender di kamar mandi sekolah.

Sekolah Menengah Katolik St. Joseph mengizinkan pria yang diidentifikasi sebagai gadis transgender untuk menggunakan kamar mandi yang diperuntukkan bagi wanita.

Baca: 3 Wanita Transgender Ini Sukses Menjadi Menteri

Alexander pertama kali diskors karena memprotes kebijakan transgender sekolah pada bulan November, dengan alasan dia "menindas".

Ketika dia mencoba menghadiri kelas pada 6 Februari, dia kemudian diskors lagi dan ditangkap karena masuk tanpa izin. Dia telah dibebaskan, tetapi tetap dilarang menghadiri kelas sampai akhir tahun ajaran.

“Saya diberitahu oleh siswa perempuan, bahwa siswa laki-laki menggunakan toilet wanita. Ini adalah masalah yang muncul dalam debat kelas dan saya menggunakan platform itu untuk membagikan pendapat saya,” kata Alexander, seperti dikutip dari EWTN News Nightly.

“Saya mengutip beberapa Kitab Suci, saya mengatakan bahwa hanya ada dua jenis kelamin. Dan ternyata, karena [ada] siswa transgender di kelas, ini dianggap perundungan,” lanjutnya.

Baca: 2 Transgender Ukraina yang Terlibat Perang, Salah Satunya Mantan Jurnalis

Alexander juga menyuarakan keprihatinannya dengan kebijakan kamar mandi transgender dengan administrasi sekolah, tetapi diabaikan. Bersama siswa lain yang peduli, Alexander mengorganisir protes sekolah tetapi November lalu, dua hari sebelum acara yang dijadwalkan, dia tiba-tiba diskors.

Klaim Sekolah Menengah Katolik St. Joseph bahwa tindakan Alexander sama dengan mengintimidasi siswa transgender. Namun, Alexnder membantahnya.

“Masalah saya bukan pada masing-masing siswa. Saya memiliki masalah dengan sistem yang akan mendorong bentuk perilaku buruk ini. Saya bersimpati dengan siswa transgender yang bingung,” tambah Alexander.

“Mereka telah dianiaya oleh orang tua mereka dan oleh masyarakat dan oleh sistem pendidikan yang mendorong indoktrinasi ini kepada mereka. Tetapi, pada saat yang sama itu tidak berarti saya akan memaafkan perilaku salah mereka, terutama jika itu melanggar privasi teman perempuan saya,” tambahnya.

Baca: Heboh, 50 Ulama Pakistan Pernah Keluarkan Fatwa Izinkan Pernikahan Transgender

Dewan Sekolah Distrik Katolik Kabupaten Renfrew, yang mengelola Sekolah Menengah St. Joseph dan 20 sekolah dasar dan menengah lainnya di wilayah tersebut, membahas masalah ini dalam sebuah “surat terbuka” kepada masyarakat.

“Perilaku intimidasi yang menciptakan ruang tidak aman bagi siswa kami tidak dapat ditoleransi. Seorang transgender tidak boleh diminta untuk menggunakan kamar kecil terpisah atau ruang ganti karena orang lain mengekspresikan ketidaknyamanan atau sikap transfobia,” kata Mark Searson, Direktur Pendidikan di Renfrew County Catholic District School Board.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved