Puluhan Ribu Warga Israel Berdemo, Tolak Rencana Netanyahu Rombak Sistem Hukum

Selasa, 14 Februari 2023 - 00:30 WIB
loading...
Puluhan Ribu Warga Israel...
Puluhan Ribu Warga Israel Berdemo, Tolak Rencana Netanyahu Rombak Sistem Hukum. FOTO/Reuters
A A A
YERUSALEM - Puluhan ribu warga Israel turun ke jalan, mereka mengibarkan bendera, meniup terompet dan meneriakkan "demokrasi" dan "tidak untuk kediktatoran". Mereka melakukan aksi protes di luar gedung parlemen pada Senin (13/2/2023), ketika pemerintah PM Benjamin Netanyahu secara resmi meluncurkan rencana kontroversial untuk merombak sistem hukum negara.

Seperti dilaporkan AP, ini adalah aksi protes terbesar di luar Knesset selama bertahun-tahun dan mencerminkan perpecahan mendalam atas rencana tersebut. Perubahan yang diusulkan telah memicu demonstrasi massa selama berminggu-minggu, menuai protes dari para pemimpin bisnis berpengaruh dan mantan anggota militer.

Baca: Lima Minggu Berturut-turut, Warga Israel Berdemo Menentang Rencana Netanyahu

“Mereka mendengar tangisan kita. Mereka mendengar suara kebenaran yang kuat,” kata pemimpin oposisi, Yair Lapid dari panggung di luar parlemen. "Mereka mendengarnya dan mereka takut," lanjutnya.

Netanyahu dan para pendukungnya mengatakan, perubahan yang diusulkan diperlukan untuk mengendalikan peradilan yang memiliki terlalu banyak kekuasaan. Namun, para pengkritiknya mengatakan, pemeriksaan yudisial sama saja dengan kudeta dan akan menghancurkan demokrasi Israel.

Mereka juga mengatakan bahwa Netanyahu, yang diadili atas serangkaian tuduhan korupsi, memiliki konflik kepentingan. Para pengunjuk rasa datang dari seluruh negeri. Penyelenggara mengatakan bahwa lebih dari 100.000 orang hadir.

Baca: Israel Pikir-pikir Kirim Iron Dome ke Ukraina, Tak Ingin Perang dengan Rusia

Berkereta-kereta orang tiba di Yerusalem dengan kereta yang penuh sesak, mengalir di eskalator di stasiun kereta utama kota sambil meneriakkan, "demokrasi", bersorak dan bersiul, dan melambai-lambaikan bendera nasional.

Beberapa ratus orang lainnya berkumpul sebagai protes di Tembok Barat Yerusalem, tempat tersuci tempat orang Yahudi dapat berdoa, sebelum berbaris menuju Knesset.

Banyak pengunjuk rasa membawa bendera dan poster biru-putih Israel, mengecam apa yang mereka lihat sebagai serangan terhadap institusi demokrasi negara. "Malu! Malu!" dan “Israel tidak akan menjadi kediktatoran!” teriak mereka. Demonstrasi lain diadakan di luar sekolah di seluruh negeri.

Baca: Meski Musuhan, Israel Akan Beri Bantuan ke Suriah yang Dilanda Gempa

Netanyahu dan sekutunya mulai menjabat pada bulan Desember, setelah pemilihan kelima negara itu dalam waktu kurang dari empat tahun. Pemilihan itu, seperti pendahulunya, berfokus pada kelayakan Netanyahu untuk menjabat pada saat dia menghadapi tuntutan pidana yang serius.

Netanyahu mengecam polisi, jaksa, dan hakim negara itu, dengan mengatakan dia adalah korban dari konspirasi gaya negara bagian untuk menggulingkannya. Para pengkritiknya mengatakan, dia dimotivasi oleh dendam pribadi dan kampanyenya akan menghancurkan sistem check and balance demokrasi Israel.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved