Lima Minggu Berturut-turut, Warga Israel Berdemo Menentang Rencana Netanyahu
Minggu, 05 Februari 2023 - 14:34 WIB
loading...
Lima minggu berturut-turut, puluhan ribu warga Israel berdemonstrasi menolak rencana perubahan peradilan. Foto/Al Jazeera
A
A
A
TEL AVIV - Puluhan ribu warga Israel telah berkumpul untuk melakukan aksi protes selama lima minggu berturut-turut. Mereka memprotes rencana perubahan peradilan kontroversial yang diusulkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu .
Para pengunjuk rasa di pusat kota Tel Aviv menerjang hujan lebat untuk aksi protes, membawa bendera Israel berwarna biru dan putih serta meneriakkan slogan-slogan menentang Menteri Kehakiman Netanyahu.
"Saya di sini malam ini untuk memprotes transisi Israel dari demokrasi ke otokrasi," kata Dov Levenglick, seorang insinyur perangkat lunak berusia 48 tahun, kepada kantor berita Reuters di Tel Aviv.
"Ini memalukan, itu tidak akan bertahan," imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (5/2/2023).
Perubahan yang diusulkan, yang menurut pemerintah diperlukan untuk membatasi kekuasaan hakim yang dinilai berlebihan, telah menimbulkan penentangan sengit dari sejumlah kelompok termasuk pengacara dan menimbulkan kekhawatiran di antara para pemimpin bisnis, memperluas perpecahan politik yang sudah mendalam di masyarakat Israel.
Baca: Hamas Kutuk Keras Normalisasi Hubungan Sudan-Israel
Para pengunjuk rasa di pusat kota Tel Aviv menerjang hujan lebat untuk aksi protes, membawa bendera Israel berwarna biru dan putih serta meneriakkan slogan-slogan menentang Menteri Kehakiman Netanyahu.
"Saya di sini malam ini untuk memprotes transisi Israel dari demokrasi ke otokrasi," kata Dov Levenglick, seorang insinyur perangkat lunak berusia 48 tahun, kepada kantor berita Reuters di Tel Aviv.
"Ini memalukan, itu tidak akan bertahan," imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (5/2/2023).
Perubahan yang diusulkan, yang menurut pemerintah diperlukan untuk membatasi kekuasaan hakim yang dinilai berlebihan, telah menimbulkan penentangan sengit dari sejumlah kelompok termasuk pengacara dan menimbulkan kekhawatiran di antara para pemimpin bisnis, memperluas perpecahan politik yang sudah mendalam di masyarakat Israel.
Baca: Hamas Kutuk Keras Normalisasi Hubungan Sudan-Israel
Lihat Juga :