AL Prancis Sita Ribuan Senapan yang Coba Diselundupkan ke Yaman

Jum'at, 03 Februari 2023 - 04:30 WIB
loading...
AL Prancis Sita Ribuan...
Angkatan Laut Prancis menyita ribuan senapan yang coba diselundupkan ke Yaman dari Iran. FOTO/CENTCOM
A A A
SANAA - Angkatan laut Prancis menyita ribuan senapan serbu, senapan mesin, dan rudal anti-tank awal bulan ini di Teluk Oman. Senjata itu datang dari Iran menuju ke milisi Houthi Yaman, kata para pejabat, Kamis (2/2/20223).

Iran tidak segera mengakui penyitaan itu. Gambar senjata yang dirilis oleh Komando Pusat militer Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa senjata itu mirip dengan senjata lain yang ditangkap oleh pasukan AS dalam pengiriman lain yang terkait Teheran.

Baca: Angkatan Laut AS Sita Ribuan Senapan Serbu Iran yang Dikirim ke Yaman

Seperti dilaporkan AP, penyitaan itu terjadi pada 15 Januari di Teluk Oman, perairan yang membentang dari Selat Hormuz, muara sempit Teluk Persia, hingga Laut Arab dan Samudera Hindia.

Komando Pusat AS menggambarkan penyitaan terjadi “di sepanjang rute yang secara historis digunakan untuk lalu lintas senjata secara tidak sah dari Iran ke Yaman.”

Sebuah resolusi PBB melarang pengiriman senjata ke milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman, yang merebut ibu kota negara itu pada akhir 2014 dan telah berperang dengan koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah negara yang diakui secara internasional sejak Maret 2015.

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan penyitaan tersebut, mengidentifikasi pasukan yang terlibat sebagai pasukan khusus elit Prancis. Seorang pejabat regional yang mengetahui larangan tersebut, yang berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim karena tidak memiliki izin untuk berbicara secara terbuka tentang rincian operasi, juga mengidentifikasi Prancis yang melakukan penyitaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved