Turki Cela Kecaman UE Atas Hagia Sophia
Selasa, 14 Juli 2020 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, pejabat dari otoritas urusan agama Turki, mengatakan struktur tengara dapat tetap terbuka untuk pengunjung di luar jam salat, seperti diberitakan kantor berita yang dikelola pemerintah Turki, Anadolu.
"Lukisan umat Kristen di dalam Hagia Sophia tidak menjadi hambatan untuk umat Muslim salat," kata para pejabat yang sedang mempersiapkan situs untuk ibadah Muslim. Namun mereka menambahkan, bahwa angka-angka perlu ditutup dengan tirai atau melalui cara lain selama salat, sejalan dengan tradisi Islam yang melarang representasi tersebut.
Pekan lalu, Turki membatalkan status gereja katedral yang dibangun pada abad ke-6 itu dari musem yang bertahan selama 86 tahyun menjadi masjid dan mengatakan salat perdana di Hagia Sophia akan dilakukan pada 24 Juli.
Keputusan itu memicu kecaman di Amerika Serikat (AS), Yunani, dan negara-negara Barat lainnya serta dari para pemimpin Kristen Ortodoks. Sementara Paus Francis mengungkapkan kesedihan atas tindakan itu. (Baca: Paus Fransiskus Sangat Sedih Hagia Sophia Jadi Masjid Lagi )
Pada hari Selasa, Yunani kembali menyatakan kecewa dengan keputusan Turki.
"Lukisan umat Kristen di dalam Hagia Sophia tidak menjadi hambatan untuk umat Muslim salat," kata para pejabat yang sedang mempersiapkan situs untuk ibadah Muslim. Namun mereka menambahkan, bahwa angka-angka perlu ditutup dengan tirai atau melalui cara lain selama salat, sejalan dengan tradisi Islam yang melarang representasi tersebut.
Pekan lalu, Turki membatalkan status gereja katedral yang dibangun pada abad ke-6 itu dari musem yang bertahan selama 86 tahyun menjadi masjid dan mengatakan salat perdana di Hagia Sophia akan dilakukan pada 24 Juli.
Keputusan itu memicu kecaman di Amerika Serikat (AS), Yunani, dan negara-negara Barat lainnya serta dari para pemimpin Kristen Ortodoks. Sementara Paus Francis mengungkapkan kesedihan atas tindakan itu. (Baca: Paus Fransiskus Sangat Sedih Hagia Sophia Jadi Masjid Lagi )
Pada hari Selasa, Yunani kembali menyatakan kecewa dengan keputusan Turki.
Lihat Juga :