PBB: Pertanian Opium Myanmar Berkembang Pesat Setelah Kudeta
Minggu, 29 Januari 2023 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
"Gangguan ekonomi, keamanan, dan tata kelola yang mengikuti pengambilalihan militer pada Februari 2021 telah menyatu, dan petani tidak punya banyak pilihan selain kembali ke opium," kata perwakilan regional UNODC, Jeremy Douglas, seperti dikutip dari AFP.
Baca: Cerita Legalisasi Opium Pemerintah Hindia Belanda, Pecandu Terbesar di Kediri dan Madiun
"Pertumbuhan yang kita saksikan dalam bisnis narkoba berhubungan langsung dengan krisis yang dihadapi negara ini," lanjutnya.
Laporan tersebut, berdasarkan citra satelit dan kerja lapangan, mengatakan bahwa tren penurunan produksi opium yang terlihat dari tahun 2014 hingga 2020 telah berbalik arah.
UNODC memperkirakan ekonomi opium Myanmar bernilai sekitar USD2 miliar - setara dengan 3 persen produk domestik bruto negara itu pada 2021. Terlepas dari lonjakan produksi, harga opium di tingkat petani juga melonjak menjadi sekitar USD280 per kilogram, kata laporan itu - naik 69 persen dari tahun sebelumnya.
Baca: Cerita Legalisasi Opium Pemerintah Hindia Belanda, Pecandu Terbesar di Kediri dan Madiun
"Pertumbuhan yang kita saksikan dalam bisnis narkoba berhubungan langsung dengan krisis yang dihadapi negara ini," lanjutnya.
Laporan tersebut, berdasarkan citra satelit dan kerja lapangan, mengatakan bahwa tren penurunan produksi opium yang terlihat dari tahun 2014 hingga 2020 telah berbalik arah.
UNODC memperkirakan ekonomi opium Myanmar bernilai sekitar USD2 miliar - setara dengan 3 persen produk domestik bruto negara itu pada 2021. Terlepas dari lonjakan produksi, harga opium di tingkat petani juga melonjak menjadi sekitar USD280 per kilogram, kata laporan itu - naik 69 persen dari tahun sebelumnya.
(esn)
Lihat Juga :