Profil Mullah Mohammad Omar, Sosok Pendiri Taliban yang Berani Tantang Uni Soviet dan Amerika
Jum'at, 27 Januari 2023 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Pasca penarikan pasukan Soviet di tahun 1989, Afghanistan beralih ke perang saudara untuk memperebutkan kekuasaan. Sempat bekerja sebagai buruh, dia pada akhirnya ikut beraksi dan merebut kekuasaan di Kandahar.
Baca: Erdogan Kecam Taliban Larang Perempuan Kuliah: Itu Tidak Islami!
Pada awal 1994, seorang komandan di daerahnya menculik 2 gadis remaja. Saat itu, Omar merasa berkewajiban untuk menyelamatkan mereka. Akhirnya, dia merekrut sekitar 30 siswa muda atau Talib dan mempersenjatainya untuk menyerang komandan tersebut.
Seiring waktu, Mullah Mohammad Omar dan pasukannya ini terus melancarkan aksinya dan menguasai beberapa wilayah. Salah satu kesuksesan besar pertama mereka adalah ketika merebut Kabul pada 1996 dan sebagian besar Afghanistan Utara di tahun-tahun berikutnya.
Para pendukung Taliban menggambarkan kondisi Afganistan saat itu seperti ‘Negara Islam Murni’ yang menggunakan hukum syariah. Di sisi lain, sebagian besar warganya justru menyebut Taliban membuat negaranya menjadi terbelakang.
Salah satu kebijakan kontroversi mereka adalah perlakuan keras terhadap perempuan. Dalam hal ini, semua hak-haknya dicabut dan mendapat perlakuan diskriminasi.
Baca: Erdogan Kecam Taliban Larang Perempuan Kuliah: Itu Tidak Islami!
Pada awal 1994, seorang komandan di daerahnya menculik 2 gadis remaja. Saat itu, Omar merasa berkewajiban untuk menyelamatkan mereka. Akhirnya, dia merekrut sekitar 30 siswa muda atau Talib dan mempersenjatainya untuk menyerang komandan tersebut.
Seiring waktu, Mullah Mohammad Omar dan pasukannya ini terus melancarkan aksinya dan menguasai beberapa wilayah. Salah satu kesuksesan besar pertama mereka adalah ketika merebut Kabul pada 1996 dan sebagian besar Afghanistan Utara di tahun-tahun berikutnya.
Para pendukung Taliban menggambarkan kondisi Afganistan saat itu seperti ‘Negara Islam Murni’ yang menggunakan hukum syariah. Di sisi lain, sebagian besar warganya justru menyebut Taliban membuat negaranya menjadi terbelakang.
Salah satu kebijakan kontroversi mereka adalah perlakuan keras terhadap perempuan. Dalam hal ini, semua hak-haknya dicabut dan mendapat perlakuan diskriminasi.
Lihat Juga :