Sekjen NATO: Ukraina Perlu Peningkatan Dukungan yang Signifikan

Jum'at, 20 Januari 2023 - 00:30 WIB
loading...
Sekjen NATO: Ukraina...
Sekjen NATO sebut Ukraina membutuhkan peningkatan dukungan yang signifikan. FOTO/Reuters
A A A
DAVOS - Ukraina membutuhkan "peningkatan yang signifikan" dalam suplai senjata pada saat yang sangat penting dalam invasi Rusia dan dukungan semacam itu adalah satu-satunya cara untuk solusi damai yang dirundingkan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal NATO , Jens Stoltenberg, Rabu (18/1/2023).

Para pemimpin pertahanan dari sekitar 50 negara dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan mengadakan pembicaraan di Pangkalan Udara Ramstein Jerman pada Jumat (20/1/2023). Ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian pertemuan sejak pasukan Rusia menyerbu Ukraina hampir 11 bulan lalu.

Baca: Kanselir Jerman: Perang Ukraina Jangan Meningkat Jadi Perang Rusia-NATO

“Ini adalah momen penting dalam perang dan perlunya peningkatan dukungan yang signifikan untuk Ukraina,” kata Stoltenberg kepada Reuters dalam wawancara di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

“Jika kita menginginkan solusi damai yang dinegosiasikan besok, kita perlu menyediakan lebih banyak senjata hari ini,” lanjutnya.

Fokus di Ramstein diharapkan bukan pada apa yang akan diberikan Amerika Serikat, tetapi pada apakah Jerman akan memberikannya. Stoltenberg tetap berhati-hati dalam hal ini.

Ia mengatakan bahwa konsultasi terus berlanjut, meskipun dia menyambut baik keputusan Inggris untuk mengirimkan tank Challenger ke Kiev. Pekan ini, Inggris meningkatkan tekanan pada Berlin dengan menjadi negara Barat pertama yang mengirim tank ke Ukraina.

Baca: Intai Gerak-gerik Rusia, NATO Kerahkan 3 Pesawat Mata-mata ke Rumania

Selain tank, Stoltenberg mengatakan Ukraina membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara dan lapis baja, tetapi juga amunisi, suku cadang, dan kemampuan pemeliharaan untuk memastikan senjata yang ada terus berfungsi.

Dia mengatakan, situasi di sepanjang garis depan pertempuran telah stabil selama beberapa minggu terakhir. Tetapi, pertempuran sengit yang berlarut-larut di kota timur Bakhmut menunjukkan pentingnya menyediakan lebih banyak senjata untuk mendukung Ukraina.

Rusia telah berfokus pada Bakhmut dalam beberapa minggu terakhir, mengklaim minggu lalu telah merebut kota pertambangan Soledar di pinggiran utara kota.

“Presiden (Rusia) (Vladimir) Putin tidak menunjukkan tanda-tanda mempersiapkan perdamaian dan oleh karena itu dia harus menyadari bahwa dia tidak dapat menang di medan perang,” tambah Stoltenberg.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved