Serukan Diakhirinya Perang Ukraina, Paus Fransiskus: Dunia Mendambakan Perdamaian
Minggu, 25 Desember 2022 - 20:33 WIB
“Mari kita juga melihat wajah saudara-saudari Ukraina kita yang mengalami Natal ini dalam kegelapan dan dingin, jauh dari rumah mereka akibat kehancuran yang disebabkan oleh perang selama sepuluh bulan,” katanya berbicara kepada puluhan ribu orang di alun-alun.
Dia berbicara hanya beberapa jam setelah sirene serangan udara meraung di seluruh Ukraina dan sehari setelah Kiev mengatakan serangan Rusia di kota Kherson yang baru saja dibebaskan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 35 lainnya pada Sabtu (24/12/2022).
Baca: Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Natal di Vatikan, Lihat Secara Live
"Semoga Tuhan mengilhami kita untuk menawarkan gerakan solidaritas yang nyata untuk membantu semua orang yang menderita, dan semoga dia mencerahkan pikiran mereka yang memiliki kekuatan untuk membungkam gemuruh senjata dan segera mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini!" kata Fransiskus.
Menurutnya, konflik Ukraina tidak boleh mengurangi kepedulian terhadap orang-orang yang hidupnya telah hancur oleh konflik lain atau krisis kemanusiaan, antara lain Suriah, Myanmar, Iran, Haiti, dan wilayah Sahel di Afrika.
Dia berbicara hanya beberapa jam setelah sirene serangan udara meraung di seluruh Ukraina dan sehari setelah Kiev mengatakan serangan Rusia di kota Kherson yang baru saja dibebaskan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 35 lainnya pada Sabtu (24/12/2022).
Baca: Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Natal di Vatikan, Lihat Secara Live
"Semoga Tuhan mengilhami kita untuk menawarkan gerakan solidaritas yang nyata untuk membantu semua orang yang menderita, dan semoga dia mencerahkan pikiran mereka yang memiliki kekuatan untuk membungkam gemuruh senjata dan segera mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini!" kata Fransiskus.
Menurutnya, konflik Ukraina tidak boleh mengurangi kepedulian terhadap orang-orang yang hidupnya telah hancur oleh konflik lain atau krisis kemanusiaan, antara lain Suriah, Myanmar, Iran, Haiti, dan wilayah Sahel di Afrika.
Lihat Juga :