Singgung Cara Berpakaian, Taliban Larang Perempuan Bekerja di LSM

Minggu, 25 Desember 2022 - 06:58 WIB
Kelompok hak asasi Amnesty International mentweet bahwa larangan itu adalah upaya menyedihkan untuk menghapus perempuan dari ruang politik, sosial dan ekonomi di Afghanistan.

Pembatasan terbaru ini datang kurang dari seminggu setelah otoritas Taliban melarang perempuan kuliah universitas yang memicu kemarahan global dan protes di beberapa kota Afghanistan.

Sementara Taliban telah menjanjikan bentuk pemerintahan yang lebih lunak ketika mereka kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu, mereka malah memberlakukan pembatasan keras terhadap perempuan - secara efektif menekan mereka keluar dari kehidupan publik.

Sebelumnya Taliban juga telah melarang gadis remaja dari sekolah menengah, dan wanita telah diusir dari banyak pekerjaan pemerintah, dicegah bepergian tanpa saudara laki-laki dan diperintahkan untuk menutupi diri di luar rumah, idealnya dengan burqa.

Mereka juga tidak diperbolehkan memasuki taman atau kebun.

Taliban juga telah melanjutkan hukum cambuk di depan publik terhadap pria dan wanita dalam beberapa pekan terakhir, memperluas implementasi mereka atas interpretasi ekstrim terhadap hukum Islam.

Baca: Arab Saudi Minta Taliban Cabut Larangan Kuliah bagi Perempuan Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!