2 Pahlawan Kemerdekaan Maroko dari Penjajahan Prancis

Kamis, 15 Desember 2022 - 23:10 WIB
Pasca pengasingan, Mohammed V kembali ke Maroko pada 16 November 1955. Sekali lagi, dia diangkat menjadi Sultan dan semakin menggerakan perlawanan terhadap protektorat Prancis.

Di akhir hayatnya, Mohammed V meninggal pada 26 Februari 1961 di usia 51 tahun. Selama hidupnya, dia telah dianugerahi banyak penghargaan di seluruh Timur Tengah, Prancis, AS, hingga Spanyol.

Salah satu kebijakan ikoniknya selain memperjuangkan kemerdekaan Maroko adalah kala melindungi orang Yahudi dari anti-semitisme yang melanda Eropa selama Perang Dunia II.



2. Mohammed Zerktouni

Pahlawan kemerdekaan Maroko berikutnya adalah Mohammed Zerktouni. Dia merupakan seorang nasionalis berkebangsaan Maroko yang lahir di Casablanca, sekitar tahun 1927.

Dalam riwayatnya, Zerktouni dikenal sebagai salah orang yang cukup aktif di Moroccan Nationalist Movement atau Gerakan Nasional Maroko, sebuah organisasi yang dianggap sebagai simbol perlawanan bangsa Maroko terhadap kolonialisme Prancis.

Dikutip dari laman Yabiladi, Kamis (15/12/2022), masyarakat Maroko berada dalam kekacauan pasca pengasingan Sultan Mohammed Bin Youssef dan keluarganya pada 24 Desember 1953.

Bukannya menyerah pada keadaan, perlawanan pejuang Maroko terhadap Prancis justru semakin menjadi. Pada 15 November 1955, tersebar sebuah selebaran dari sebuah gerakan perlawanan yang menyerukan kepada warga Maroko untuk mobilisasi melawan penjajah.

Dalam hal ini, seorang pejuang bernama Mohamed Zerktouni dan anggota organisasinya menjadi perencana pemboman terhadap sebuah jalur kereta api yang menghubungkan Aljazair dan Casablanca.
Halaman :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More