Geram AS-Korsel Kembali Gelar Latgab, Korut Tembakkan 250 Mortir
Rabu, 19 Oktober 2022 - 10:38 WIB
Korut sendiri mengaku melepaskan tembakan artileri sebagai 'peringatan serius' atas latihan militer Korsel. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Staf Umum Tentara Rakyat Korea (KPA) mengatakan, militer Korut melancarkan tembakan "ancaman dan peringatan" sebagai "tindakan balasan militer yang kuat" terhadap latihan militer Korsel.
Baca: Korsel Sebut Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Lepas
Juru bicara itu juga meminta Korsel untuk segera menghentikan "provokasi sembrono dan menghasut" yang telah meningkatkan ketegangan militer di semenanjung, menurut pernyataan berbahasa Inggris yang dibawa oleh Kantor Berita Pusat Korea.
Pejabat KPA yang tidak disebutkan namanya mengatakan langkah itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangkaian "tindakan provokatif militer oleh musuh," mengutip latihan militer Hoguk yang sedang berlangsung di Selatan.
Pekan lalu, Korut menembakkan ratusan tembakan artileri ke zona penyangga maritim di Laut Timur dan Laut Kuning yang ditetapkan berdasarkan perjanjian antar-Korea 2018 untuk mengurangi ketegangan militer. Korsel menyebut provokasi Korut sebagai pelanggaran yang jelas terhadap perjanjian militer antar-Korea 2018.
Baca: Korsel Sebut Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Lepas
Juru bicara itu juga meminta Korsel untuk segera menghentikan "provokasi sembrono dan menghasut" yang telah meningkatkan ketegangan militer di semenanjung, menurut pernyataan berbahasa Inggris yang dibawa oleh Kantor Berita Pusat Korea.
Pejabat KPA yang tidak disebutkan namanya mengatakan langkah itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangkaian "tindakan provokatif militer oleh musuh," mengutip latihan militer Hoguk yang sedang berlangsung di Selatan.
Pekan lalu, Korut menembakkan ratusan tembakan artileri ke zona penyangga maritim di Laut Timur dan Laut Kuning yang ditetapkan berdasarkan perjanjian antar-Korea 2018 untuk mengurangi ketegangan militer. Korsel menyebut provokasi Korut sebagai pelanggaran yang jelas terhadap perjanjian militer antar-Korea 2018.
(esn)
Lihat Juga :