Film Dokumenter Bom Bali Diputar, Penyintas dan Keluarga Kecewa

Kamis, 13 Oktober 2022 - 16:38 WIB
Pria Australia Jeff Marshall, yang ayahnya Bob Marshall meninggal di Sari Club Kuta, mengatakan dia terkejut dengan keputusan untuk menunjukkan "pembantaian" seperti itu.

"(Itu) membuat hati kami tercabik-cabik, melihat semuanya lagi," katanya kepada Australian Broadcasting Corporation seperti dinukil dari BBC, Kamis (13/10/2022).

Para hadirin mengatakan video itu juga mencakup rekaman orang-orang di balik serangan itu, termasuk pembuat bom Umar Patek, yang saat ini sedang dipertimbangkan untuk dibebaskan lebih awal dengan pembebasan bersyarat.

"Kami mengharapkan mengheningkan cipta selama satu menit setelah kami tiba pada pukul 23:05," kata Jan Laczynski kepada stasiun radio Sydney 2GB.

"(Sebaliknya) Anda memiliki semua pembom Bali yang diarak. Anda memiliki urutan bom yang sebenarnya terjadi di layar," imbuhnya.

Laczynski - yang kehilangan lima teman dalam ledakan itu - mengatakan beberapa rekaman sangat "traumatis" sehingga dia meninggalkan peringatan tersebut.

Baca: Dalang Bom Bali Umar Patek Segera Bebas, Keluarga Korban Marah

Pemerintah Australia mengatakan "sangat kecewa" dan secara resmi akan menyampaikan keprihatinan kepada Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!