Stasiun TV Iran Diretas, Hacker Tampilkan Foto Khamenei dengan Crosshair
Minggu, 09 Oktober 2022 - 08:41 WIB
Juga pada hari Sabtu, muncul video di media sosial yang tampaknya menunjukkan mahasiswi di sebuah universitas di Teheran meneriakkan "tersesat" selama kunjungan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Baca: Raisi kepada Mahasiswa Iran: Jangan Biarkan Impian Musuh Jadi Kenyataan
Sebelumnya pada hari itu, dua orang tewas di Sanandaj, termasuk seorang pria yang ditembak di mobilnya setelah dia membunyikan klakson untuk mendukung para pengunjuk rasa. Sebuah video yang dibagikan secara online juga menunjukkan seorang wanita yang tertembak di leher terbaring tak sadarkan diri di tanah di Masyhad.
Di Sanandaj, seorang pejabat polisi mengatakan seorang pria telah dibunuh oleh "kontra-revolusioner", kantor berita pemerintah IRNA melaporkan.
Pada hari Jumat, Organisasi Kedokteran Forensik Iran mengatakan Amini telah meninggal karena kegagalan beberapa organ yang disebabkan oleh hipoksia serebral dan bukan karena pukulan di kepala, seperti yang dikatakan oleh keluarga dan pengunjuk rasa.
Baca: Organisasi Kedokteran Forensik Iran: Mahsa Amini Meninggal karena Sakit
Amini ditahan di Teheran oleh polisi moral Iran karena diduga tidak menutupi rambutnya dengan benar. Perempuan Kurdi Iran berusia 22 tahun itu meninggal dalam tahanan pada 16 September, tiga hari setelah penangkapannya.
Baca: Raisi kepada Mahasiswa Iran: Jangan Biarkan Impian Musuh Jadi Kenyataan
Sebelumnya pada hari itu, dua orang tewas di Sanandaj, termasuk seorang pria yang ditembak di mobilnya setelah dia membunyikan klakson untuk mendukung para pengunjuk rasa. Sebuah video yang dibagikan secara online juga menunjukkan seorang wanita yang tertembak di leher terbaring tak sadarkan diri di tanah di Masyhad.
Di Sanandaj, seorang pejabat polisi mengatakan seorang pria telah dibunuh oleh "kontra-revolusioner", kantor berita pemerintah IRNA melaporkan.
Pada hari Jumat, Organisasi Kedokteran Forensik Iran mengatakan Amini telah meninggal karena kegagalan beberapa organ yang disebabkan oleh hipoksia serebral dan bukan karena pukulan di kepala, seperti yang dikatakan oleh keluarga dan pengunjuk rasa.
Baca: Organisasi Kedokteran Forensik Iran: Mahsa Amini Meninggal karena Sakit
Amini ditahan di Teheran oleh polisi moral Iran karena diduga tidak menutupi rambutnya dengan benar. Perempuan Kurdi Iran berusia 22 tahun itu meninggal dalam tahanan pada 16 September, tiga hari setelah penangkapannya.
Lihat Juga :