Kremlin Tuduh Zelensky Coba Picu Perang Dunia III
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 05:27 WIB
"Ini adalah negara-negara (AS dan Inggris) yang secara de facto mengarahkan (Kiev), mengelola kegiatan (nya) dan berbicara tentang niat (mereka) untuk mempertahankan (Ukraina) sampai akhir. Oleh karena itu, mereka bertanggung jawab dan harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan dan pernyataan orang ini dan rezim ini," kata juru bicara Kremlin itu seperti dilansir dari Sputnik, Jumat (7/10/2022).
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuduh Zelensky mencoba memprovokasi perang nuklir. Juru bicara kementerian itu, Maria Zakharova, menyebut Zelensky sebagai pemimpin boneka yang tidak stabil dan telah berubah menjadi monster.
"Setiap orang di planet ini harus menyadari bahwa Zelensky, boneka dan karakter tidak stabil yang telah dipompa dengan senjata, telah berubah menjadi monster, yang dapat digunakan untuk menghancurkan planet ini," tulis Zakharova di saluran Telegramnya.
Bereaksi terhadap pernyataan presiden Ukraina, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyerukan "kraniotomi pencegahan" pada Zelensky.
"Zelensky mengumumkan perlunya serangan nuklir preventif di Rusia. Psikiater harus melakukan kraniotomi pencegahan pada idiot ini sebelum dia menyebabkan lebih banyak masalah bagi rakyatnya dan orang lain," tulisnya di Telegram.
Berpidato pada 21 September, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Barat telah melewati setiap garis dalam kebijakan anti-Rusia dan terpaksa melakukan pemerasan nuklir terhadap Moskow.
Baca: Desak Putin Perang Nuklir, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Jadi Jenderal
Dia menunjukkan bahwa itu bukan hanya tentang penembakan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye atau Zaporizhzhia yang didorong oleh negara-negara Barat, tetapi juga tentang pernyataan sejumlah perwakilan negara-negara NATO terkemuka tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuduh Zelensky mencoba memprovokasi perang nuklir. Juru bicara kementerian itu, Maria Zakharova, menyebut Zelensky sebagai pemimpin boneka yang tidak stabil dan telah berubah menjadi monster.
"Setiap orang di planet ini harus menyadari bahwa Zelensky, boneka dan karakter tidak stabil yang telah dipompa dengan senjata, telah berubah menjadi monster, yang dapat digunakan untuk menghancurkan planet ini," tulis Zakharova di saluran Telegramnya.
Bereaksi terhadap pernyataan presiden Ukraina, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyerukan "kraniotomi pencegahan" pada Zelensky.
"Zelensky mengumumkan perlunya serangan nuklir preventif di Rusia. Psikiater harus melakukan kraniotomi pencegahan pada idiot ini sebelum dia menyebabkan lebih banyak masalah bagi rakyatnya dan orang lain," tulisnya di Telegram.
Berpidato pada 21 September, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Barat telah melewati setiap garis dalam kebijakan anti-Rusia dan terpaksa melakukan pemerasan nuklir terhadap Moskow.
Baca: Desak Putin Perang Nuklir, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Jadi Jenderal
Dia menunjukkan bahwa itu bukan hanya tentang penembakan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye atau Zaporizhzhia yang didorong oleh negara-negara Barat, tetapi juga tentang pernyataan sejumlah perwakilan negara-negara NATO terkemuka tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Rusia.
Lihat Juga :