Gedung Putih: Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Jelas Sabotase
Kamis, 29 September 2022 - 05:39 WIB
"Kami telah berhubungan dengan mitra Eropa kami di sana tentang sabotase nyata dari jaringan pipa," katanya kepada wartawan.
"Kami mendukung upaya Eropa untuk menyelidiki ini. Penyelidikan masih berlangsung, dan itu bisa memakan waktu," imbuhnya.
Ditanya apakah Amerika Serikat akan menganggap kebocoran itu sebagai serangan terhadap sekutu NATO yang layak mendapat pembalasan, Jean-Pierre mengatakan dia tidak akan melangkah maju dari penyelidikan.
"Kita harus melihat siapa yang berada di balik ini saat ini," ujarnya.
Baca: Pipa Gas Nord Stream Meledak, Anggota Parlemen Eropa: Terima Kasih AS
Beberapa pemimpin Eropa telah melangkah lebih jauh dari yang dilakukan pejabat AS.
Menurut Associated Press, Perdana Menteri Denmark pada Selasa mengatakan bahwa adalah penilaian jelas pihak berwenang bahwa ini adalah tindakan yang disengaja bukan kecelakaan. Meskipun begitu, ia menambahkan bahwa tidak ada informasi yang menunjukkan siapa yang bisa berada di baliknya.
Kremlin mengatakan tuduhan bahwa Rusia berada di balik kebocoran itu "tidak masuk akal," menurut kantor berita Rusia Interfax.
"Kami mendukung upaya Eropa untuk menyelidiki ini. Penyelidikan masih berlangsung, dan itu bisa memakan waktu," imbuhnya.
Ditanya apakah Amerika Serikat akan menganggap kebocoran itu sebagai serangan terhadap sekutu NATO yang layak mendapat pembalasan, Jean-Pierre mengatakan dia tidak akan melangkah maju dari penyelidikan.
"Kita harus melihat siapa yang berada di balik ini saat ini," ujarnya.
Baca: Pipa Gas Nord Stream Meledak, Anggota Parlemen Eropa: Terima Kasih AS
Beberapa pemimpin Eropa telah melangkah lebih jauh dari yang dilakukan pejabat AS.
Menurut Associated Press, Perdana Menteri Denmark pada Selasa mengatakan bahwa adalah penilaian jelas pihak berwenang bahwa ini adalah tindakan yang disengaja bukan kecelakaan. Meskipun begitu, ia menambahkan bahwa tidak ada informasi yang menunjukkan siapa yang bisa berada di baliknya.
Kremlin mengatakan tuduhan bahwa Rusia berada di balik kebocoran itu "tidak masuk akal," menurut kantor berita Rusia Interfax.
Lihat Juga :