Korea Utara Respons Tudingan Jual Senjata ke Rusia
Kamis, 22 September 2022 - 13:26 WIB
Korut mengatakan meskipun tidak menerima hukuman PBB yang melarang semua penjualan senjata oleh Korea Utara, Pyongyang juga tidak memiliki niat mentransfer senjata ke Rusia.
“Kami tidak pernah mengekspor senjata atau amunisi ke Rusia di masa lalu, dan kami tidak memiliki rencana untuk melakukannya di masa depan,” ujar seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip di media pemerintah.
Baca juga: NATO Sesumbar Rusia Tak Bisa Menangkan Perang Nuklir
Dia menambahkan, “Kami sangat mengutuk dan memperingatkan Amerika Serikat untuk berhenti secara sembrono menyebarkan teori konspirasi anti-DPRK (Korut) untuk mengejar kekejaman politik dan militer yang kejam.”
Pertama kali dicatat dalam laporan New York Times yang mengutip materi intelijen AS yang "tidak diklasifikasikan", kesepakatan senjata itu kemudian mendapat kepercayaan resmi oleh wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel, yang mengatakan kepada wartawan bahwa, “Rusia sedang dalam proses pembelian jutaan roket dan artileri dari Korea Utara untuk digunakan di Ukraina awal bulan ini.”
“Kami tidak pernah mengekspor senjata atau amunisi ke Rusia di masa lalu, dan kami tidak memiliki rencana untuk melakukannya di masa depan,” ujar seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip di media pemerintah.
Baca juga: NATO Sesumbar Rusia Tak Bisa Menangkan Perang Nuklir
Dia menambahkan, “Kami sangat mengutuk dan memperingatkan Amerika Serikat untuk berhenti secara sembrono menyebarkan teori konspirasi anti-DPRK (Korut) untuk mengejar kekejaman politik dan militer yang kejam.”
Pertama kali dicatat dalam laporan New York Times yang mengutip materi intelijen AS yang "tidak diklasifikasikan", kesepakatan senjata itu kemudian mendapat kepercayaan resmi oleh wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel, yang mengatakan kepada wartawan bahwa, “Rusia sedang dalam proses pembelian jutaan roket dan artileri dari Korea Utara untuk digunakan di Ukraina awal bulan ini.”
Lihat Juga :