Diwanti-wanti Biden Tidak Gunakan Senjata Nuklir, Ini Respons Kremlin

Minggu, 18 September 2022 - 08:03 WIB
Selama perang, ada pesan beragam yang datang dari Moskow tentang prospek pengerahan senjata nuklir.

Segera setelah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina, Putin menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi. Para tamu dan pembawa acara saluran televisi negara yang mencerminkan pemikiran Kremlin telah sering menggambarkan kemampuan nuklir Rusia serta prospek penggunaannya sebagai bagian dari upaya perangnya.

Namun, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu bulan lalu mengatakan bahwa senjata nuklir tidak diperlukan dari perspektif militer dan bahwa tujuan utama persenjataan nuklir Rusia adalah untuk menahan serangan nuklir.

Baca: Pakar Militer Rusia Desak Putin Rampungkan Rencana Serangan Nuklir ke NATO

Peskov, serta Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, sebelumnya juga mengatakan hanya senjata konvensional yang akan digunakan di Ukraina.

Menurut Federasi Ilmuwan Amerika, Rusia memiliki sekitar 6.000 hulu ledak nuklir.

Senjata nuklir taktis dapat digunakan pada jarak yang relatif pendek sementara senjata nuklir "strategis" dapat diluncurkan pada jarak yang lebih jauh dan meningkatkan prospek perang nuklir habis-habisan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!