Eks Jenderal: NATO Tidak Siap Perang Langsung dengan Rusia
Kamis, 15 September 2022 - 16:33 WIB
"Centang kotak untuk negara-negara NATO tertentu yang menyediakan persenjataan," ucapnya mengacu pada bantuan yang diberikan kepada Kiev.
"Centang kotak untuk pernyataan yang dibuat oleh (kepala NATO Jens) Stoltenberg setelah KTT NATO tentang komitmen terhadap Ukraina dan kekalahan Rusia," ia menambahkan.
"Tapi benar-benar Gamma gagal melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan perang," kata Shirreff, yang sekarang menjadi wakil ketua eksekutif Sigma7 Global Risk Outcomes.
Pada bulan Juli, Stoltenberg mengatakan akan ada peningkatan tujuh kali lipat dalam jumlah pasukan aliansi dengan kesiapan tinggi sebagai bagian dari NATO Response Force (NRF). Namun, pada bulan Agustus, ia mendesak negara-negara Barat untuk menyediakan lebih banyak senjata lebih cepat guna membantu Ukraina, terutama dengan datangnya musim dingin.
Pada bulan Maret, laporan tahunan aliansi mengatakan bahwa hanya delapan dari 30 negara yang memenuhi pedomannya bahwa setidaknya 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) anggota dihabiskan untuk pertahanan.
Rose Gottemoeller, wakil sekretaris jenderal NATO dari 2016 hingga 2019, mengatakan kepada Newsweek bahwa serangan balik Ukraina adalah contoh luar biasa tentang seberapa baik Ukraina telah bekerja sama dengan sekutu NATO dan dengan NATO sendiri untuk meningkatkan kinerja angkatan bersenjatanya.
Baca: Akankah NATO Menyerang Rusia? Simak Penjelasan Lengkapnya
"Centang kotak untuk pernyataan yang dibuat oleh (kepala NATO Jens) Stoltenberg setelah KTT NATO tentang komitmen terhadap Ukraina dan kekalahan Rusia," ia menambahkan.
"Tapi benar-benar Gamma gagal melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan perang," kata Shirreff, yang sekarang menjadi wakil ketua eksekutif Sigma7 Global Risk Outcomes.
Pada bulan Juli, Stoltenberg mengatakan akan ada peningkatan tujuh kali lipat dalam jumlah pasukan aliansi dengan kesiapan tinggi sebagai bagian dari NATO Response Force (NRF). Namun, pada bulan Agustus, ia mendesak negara-negara Barat untuk menyediakan lebih banyak senjata lebih cepat guna membantu Ukraina, terutama dengan datangnya musim dingin.
Pada bulan Maret, laporan tahunan aliansi mengatakan bahwa hanya delapan dari 30 negara yang memenuhi pedomannya bahwa setidaknya 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) anggota dihabiskan untuk pertahanan.
Rose Gottemoeller, wakil sekretaris jenderal NATO dari 2016 hingga 2019, mengatakan kepada Newsweek bahwa serangan balik Ukraina adalah contoh luar biasa tentang seberapa baik Ukraina telah bekerja sama dengan sekutu NATO dan dengan NATO sendiri untuk meningkatkan kinerja angkatan bersenjatanya.
Baca: Akankah NATO Menyerang Rusia? Simak Penjelasan Lengkapnya
(ian)
Lihat Juga :