Eks Petinggi NATO Takut Putin Gunakan Senjata Nuklir Serang Balik Ukraina
Selasa, 13 September 2022 - 22:17 WIB
“Jika seseorang melihat peta, itu luar biasa; bercak warna yang menunjukkan akuisisi Ukraina selama 48 hingga 72 jam terakhir benar-benar luar biasa,” imbuhnya seperti dikutip dari Independent, Selasa (13/9/2022).
Mantan diplomat senior Amerika Serikat (AS) itu kemudian memperingatkan bahwa Moskow dapat menggunakan senjata pemusnah massal dalam upaya membuat Kiev menyerah.
“Saya khawatir mereka akan menyerang balik sekarang dengan cara yang benar-benar tidak terduga dan dengan cara yang bahkan mungkin melibatkan senjata pemusnah massal,” ujarnya.
Meskipun dia yakin Kremlin tidak akan meluncurkan rudal balistik antarbenua, Gottemoeller mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin bisa memerintahkan serangan demonstrasi nuklir.
“Dia (Putin) mungkin melakukan serangan demonstrasi nuklir, baik serangan tunggal di Laut Hitam atau mungkin serangan di fasilitas militer Ukraina untuk menyerang teror tidak hanya ke hati Ukraina tetapi juga mitra global dan sekutu Ukraina,” tuturnya.
Baca: Rusia Hentikan Pasokan Gas Eropa Dianggap Senjata, Putin: Omong Kosong!
Mantan diplomat senior Amerika Serikat (AS) itu kemudian memperingatkan bahwa Moskow dapat menggunakan senjata pemusnah massal dalam upaya membuat Kiev menyerah.
“Saya khawatir mereka akan menyerang balik sekarang dengan cara yang benar-benar tidak terduga dan dengan cara yang bahkan mungkin melibatkan senjata pemusnah massal,” ujarnya.
Meskipun dia yakin Kremlin tidak akan meluncurkan rudal balistik antarbenua, Gottemoeller mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin bisa memerintahkan serangan demonstrasi nuklir.
“Dia (Putin) mungkin melakukan serangan demonstrasi nuklir, baik serangan tunggal di Laut Hitam atau mungkin serangan di fasilitas militer Ukraina untuk menyerang teror tidak hanya ke hati Ukraina tetapi juga mitra global dan sekutu Ukraina,” tuturnya.
Baca: Rusia Hentikan Pasokan Gas Eropa Dianggap Senjata, Putin: Omong Kosong!
Lihat Juga :