Meninggal Kena Serangan Jantung Saat Menanti Eksekusi, Wanita Iran Tetap Digantung

Kamis, 08 September 2022 - 01:07 WIB
Sementara itu putri Esmaili dipenjara selama lima tahun dan putranya juga ditangkap sebagai konspirator. Keduanya mengaku sedang tidur pada saat kejadian itu dan putranya membantu ibu mertua menendang bangku.

Diperkirakan kasus Zahra dipublikasikan untuk meningkatkan teror publik atas kemungkinan dieksekusi di depan umum karena pelanggaran.

“Ini adalah efek yang mereka cari. Dan itu sama dalam setiap kasus: 'Taati aturan kami. Ini bisa terjadi padamu.' Itulah pesannya," kata Direktur SDM Iran Mahmood Amiry-Moghaddam kepada media Inggris Mirror, seperti dikutip dari Metro.co.uk, Kamis (8/9/2022).

Seorang pakar hak asasi manusia PBB pada bulan Oktober mengatakan kepada BBC bahwa hampir setiap eksekusi di Iran adalah perampasan kehidupan secara sewenang-wenang.

Di bawah hukum Iran, warga negara dapat dieksekusi karena kejahatan yang tidak dianggap sebagai salah satu yang 'paling serius' menurut hukum internasional, termasuk perdagangan narkoba.

Baca: Kisah Gadis Iran Jadi Algojo untuk Ibu Kandungnya yang Dihukum Gantung
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!