Moskow: Senjata Nuklir Tidak Diperlukan di Ukraina

Selasa, 16 Agustus 2022 - 18:59 WIB
“Aktivitas militer aliansi telah menjadi sepenuhnya agresif dan anti-Rusia,” ujarnya, mengutip pengerahan pasukan dan senjata Amerika di Eropa Timur.

Dia menambahkan bahwa penguatan pasukan NATO dimulai jauh sebelum Rusia menyerang Ukraina pada Februari lalu.

Mengomentari operasi di Ukraina, Shoigu mengatakan telah membantah anggapan bahwa sistem senjata Barat yang 'mengubah permainan' dapat mengubah keadaan di medan perang.

“Pertama, mereka berbicara seperti itu tentang rudal anti-tank Javelin dan drone 'unik'. Kemudian, orang-orang pro-Barat mempromosikan sistem peluncuran roket berganda HIMARS dan howitzer jarak jauh sebagai 'senjata super,'” katanya.

Baca juga: Dibekali HIMARS, Ukraina Sesumbar Bisa Hancurkan Jalur Pasokan Rusia

Shoigu lantas menekankan bahwa senjata-senjata tersebut dihancurkan seperti yang lain dan tidak mempengaruhi situasi secara signifikan.

"Sementara itu, pasukan Rusia mempelajari peralatan yang didapatkan di medan perang untuk mengidentifikasi cara melawannya," pungkasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!