Idul Adha di Sudan Diwarnai Aksi Protes Terhadap Kekuasaan Militer
Minggu, 10 Juli 2022 - 17:15 WIB
Baca: Pasukan Keamanan Sudan Gunakan Peluru Tajam, 3 Demonstran Tewas Ditembak
Jenderal Al-Burhan memimpin kudeta pada bulan Oktober yang menggagalkan transisi ke pemerintahan sipil. Hal itu memunculkan aksi protes yang digelar hampir setiap minggu dan mendorong donor utama untuk membekukan dana yang sangat dibutuhkan. Kondisi ini mengirim Sudan lebih dalam ke dalam krisis ekonomi.
Protes terhadap Jenderal Al-Burhan dihidupkan kembali pada 30 Juni, ketika puluhan ribu orang berkumpul dan sembilan orang dibunuh oleh pasukan keamanan, menurut petugas medis pro-demokrasi.
Sebanyak 114 orang tewas dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa sejak kudeta Oktober.
Para jemaah pada hari Sabtu mengangkat bendera yang menunjukkan wajah para pengunjuk rasa yang tewas dalam tindakan keras tersebut. “Kami berkomitmen pada hak-hak para syuhada,” kata Haji. "Kami tidak akan melupakan para martir kami bahkan untuk sehari, tidak peduli apa," lanjutnya.
Jenderal Al-Burhan memimpin kudeta pada bulan Oktober yang menggagalkan transisi ke pemerintahan sipil. Hal itu memunculkan aksi protes yang digelar hampir setiap minggu dan mendorong donor utama untuk membekukan dana yang sangat dibutuhkan. Kondisi ini mengirim Sudan lebih dalam ke dalam krisis ekonomi.
Protes terhadap Jenderal Al-Burhan dihidupkan kembali pada 30 Juni, ketika puluhan ribu orang berkumpul dan sembilan orang dibunuh oleh pasukan keamanan, menurut petugas medis pro-demokrasi.
Sebanyak 114 orang tewas dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa sejak kudeta Oktober.
Para jemaah pada hari Sabtu mengangkat bendera yang menunjukkan wajah para pengunjuk rasa yang tewas dalam tindakan keras tersebut. “Kami berkomitmen pada hak-hak para syuhada,” kata Haji. "Kami tidak akan melupakan para martir kami bahkan untuk sehari, tidak peduli apa," lanjutnya.
(esn)
Lihat Juga :