Kapal Perang China dan Rusia Berkeliaran di Selatan Tokyo, Jepang Waspada

Minggu, 19 Juni 2022 - 07:42 WIB
Pernyataan itu, yang dibuat oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov, muncul sebagai tanggapan atas laporan bahwa Korps Marinir AS berencana untuk menjalankan latihan terbesarnya dengan Jepang pada bulan September dan Oktober, yang dikenal sebagai "Resolute Dragon," dengan lebih dari 4.000 anggota militer berpotensi ikut ambil bagian.

"Kami melihat tindakan seperti itu oleh pihak Jepang sebagai ancaman bagi keamanan negara kami," kata Morgulov kepada kantor berita milik negara RIA Novosti.

“Kami secara langsung memperingatkan Tokyo tentang hal ini melalui saluran diplomatik. Mereka harus siap dengan kenyataan bahwa jika praktik semacam itu berkembang, Rusia akan mengambil tindakan pembalasan demi memperkuat kemampuan pertahanannya,” imbuhnya.

Jepang dan AS, sebelum pernyataan dari Rusia ini, telah mengadakan sekitar 10 latihan angkatan laut bersama setelah invasi Moskow ke Ukraina.

Baca juga: Balas Aksi Rusia-China, Pesawat Tempur AS-Jepang Terbang Bersama

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!