Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia

Rabu, 24 Juni 2020 - 16:30 WIB
Rohingya mengambil risiko dengan perjalanan melintasi Teluk Bengal dan Laut Andaman karena mereka sudah kehilangan harapan untuk hidup lebih baik di kamp pengungsi Bangladesh.

Malaysia menjadi tempat terbesar kedua bagi pengungsi Rohingya setelah Bangladesh. Meski demikian, semakin bnayak penolakan terhadap Rohingya di Malaysia seiring kondisi ekonomi yang memburuk dan pandemi virus corona.

Rohingya yang mendarat di Langkawi itu ditahan dan masa depannya masih belum jelas. (Baca Juga: Seorang Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dari Indonesia Gugur di Kongo)

Mohd Zubil menyatakan nasib sekitar 500 Rohingya yang masih di perahu induk “Motherboat 1” setelah pemindahan sebagian penumpang itu belum diketahui. (Lihat Video: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)

"Kami tak dapat menemukan Motherboat 1. Kami mencoba dua pekan tapi kami tak dapat menemukannya," ujar dia. (Baca Juga: Mal Masih Lesu)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!