Unggah Video Bayi Rasis, Tweet Trump Dilabeli 'Media yang Dimanipulasi'

Jum'at, 19 Juni 2020 - 20:10 WIB
"Kami dapat memberi label Tweet yang berisi media sintetis dan manipulasi untuk membantu orang memahami keaslian mereka dan untuk memberikan konteks tambahan," kata Twitter dalam penjelasan kebijakannya yang diposting di situs webnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/6/2020).

Twitter telah berada di bawah pengawasan ketat dari pemerintahan Trump sejak kebijakan cek fakta -nya memeriksa tweet Trump tentang klaim penipuan pemungutan suara lewat surat yang tidak berdasar. Twitter juga menyebut tweet Trump tentang protes di Minneapolis sebagai "memuliakan kekerasan." (Baca: Twitter Tolak Tweet Trump karena Dianggap ‘Memuliakan Kekerasan’ )

Trump, yang telah memerangi Twitter dan perusahaan teknologi lainnya atas dugaan penyensoran suara konservatif di platform media sosial, mengatakan pada akhir Mei ia akan mengusulkan undang-undang untuk berpotensi membatalkan atau melemahkan undang-undang yang melindungi perusahaan internet, dalam upaya luar biasa untuk mengatur outlet di mana ia telah dikritik. (Baca: Trump Teken Perintah Eksekutif yang Menargetkan Perusahaan Media Sosial )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!