Ukraina Berharap Bisa Evakuasi 6.000 Wanita, Anak-anak, dan Manula dari Mariupol

Rabu, 20 April 2022 - 20:40 WIB
"Kami berencana mengirim bus ke Mariupol tetapi untuk saat ini hanya kesepakatan awal," kata Boichenko di televisi nasional, seperti dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan, puluhan ribu orang telah tewas di kota di Laut Azov yang sebagian besar telah hancur sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Jumlahnya tidak dapat diverifikasi oleh Reuters.

Rusia menyangkal sengaja menargetkan warga sipil dan tidak ada kabar langsung dari Moskow apakah koridor kemanusiaan akan didirikan di Mariupol.

Baca: Ukraina: Kota Mariupol Tak Ada Lagi, Diratakan dengan Tanah oleh Rusia

"Mengingat situasi bencana kemanusiaan di Mariupol, di sinilah kami akan memfokuskan upaya kami hari ini," tulis Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk di Facebook.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!