Warga Kiev Tersenyum Sambut Musim Semi Meski Ada Ancaman Serangan Rusia
Minggu, 17 April 2022 - 10:30 WIB
"Ini pertama kalinya kami bisa bernapas setelah lebih dari sebulan di Irpin dan Gostomel," kata Dmitro Tkachienko (40), yang memerangi pasukan dukungan Rusia di Ukraina timur sejak 2015.
Baca: Lebih dari 900 Mayat Warga Sipil Ditemukan di Sekitar Kiev
Duduk seperti yang dilakukannya setiap hari di bangku dengan topi wol yang elegan - meskipun panas - Hanna Mykhailivna Hryshko yang berusia 82 tahun menikmati tontonan itu.
"Orang-orang ingin melupakan perang. Tapi segera akan ada lebih banyak pemboman dan sirene dan kami harus kembali bersembunyi," katanya, senyumnya berubah menjadi air mata.
Tiga minggu yang relatif tenang di kota itu terganggu minggu ini oleh dua serangan Rusia dalam dua hari terakhir di fasilitas produksi militer di dekat Kiev. Rusia telah memperingatkan serangan lebih lanjut di ibu kota Ukraina itu.
Untuk menahan laju pasukan Rusia, hambatan anti-tank yang dikenal sebagai jalur landak Ceko di Kiev, disebar di sejumlah penjuru kota. Karung pasir dan pos pemeriksaan beton tetap ada, tetapi para pejuang yang menjaganya sebagian besar telah pindah.
Baca: Balas Serangan Ukraina, Rusia Bersumpah Bakal Gempur Kiev
Baca: Lebih dari 900 Mayat Warga Sipil Ditemukan di Sekitar Kiev
Duduk seperti yang dilakukannya setiap hari di bangku dengan topi wol yang elegan - meskipun panas - Hanna Mykhailivna Hryshko yang berusia 82 tahun menikmati tontonan itu.
"Orang-orang ingin melupakan perang. Tapi segera akan ada lebih banyak pemboman dan sirene dan kami harus kembali bersembunyi," katanya, senyumnya berubah menjadi air mata.
Tiga minggu yang relatif tenang di kota itu terganggu minggu ini oleh dua serangan Rusia dalam dua hari terakhir di fasilitas produksi militer di dekat Kiev. Rusia telah memperingatkan serangan lebih lanjut di ibu kota Ukraina itu.
Untuk menahan laju pasukan Rusia, hambatan anti-tank yang dikenal sebagai jalur landak Ceko di Kiev, disebar di sejumlah penjuru kota. Karung pasir dan pos pemeriksaan beton tetap ada, tetapi para pejuang yang menjaganya sebagian besar telah pindah.
Baca: Balas Serangan Ukraina, Rusia Bersumpah Bakal Gempur Kiev
Lihat Juga :