Lockdown Bikin Warga Shanghai Frustrasi dan Marah

Minggu, 10 April 2022 - 09:54 WIB
Keluarga Shen Peiming yang berusia 71 tahun mengatakan kepada outlet berita bahwa dia meninggal di fasilitas itu minggu lalu karena dokter dan perawatnya tidak ada di sana untuk merawatnya. Asisten perawat terakhirnya telah dikarantina karena kontak dekat dengan kasus positif, kata seorang anggota keluarga yang tidak disebutkan namanya.

Baca juga: AS Peringatkan Tindakan Sewenang-wenang Pembatasan COVID-19 di China

"Sudah berapa kali lockdown sejak 2020? Mereka masih belum punya pengalaman mengelola ini?" tanya kerabat itu kepada AP.

"Dulu, jika ada masalah, mereka selalu menelepon saya. Kali ini, bahkan tidak ada pesan suara, dan dia meninggal begitu tiba-tiba," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (10/4/2022).

Beberapa penduduk di seluruh kota telah berbicara menentang penguncian dengan berdiri di balkon mereka dan bernyanyi sebagai bentuk protes. Namun, pihak berwenang dengan cepat menanggapi hal ini dengan menerbangkan drone di atas bangunan tempat tinggal yang memberi tahu orang-orang untuk "kendalikan jiwa Anda yang haus akan kebebasan. Jangan buka jendela Anda dan bernyanyi."

Yang lain telah menyatakan frustrasi mereka tentang kondisi penguncian saat ini melalui media sosial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!