Rusia: Negara-negara BRICS Akan Berada di Jantung Tata Dunia Baru
Kamis, 31 Maret 2022 - 06:15 WIB
Baca juga: Pendeta Ukraina Pro-Rusia Diculik Sekelompok Pria Bersenjata di Gereja
"Tidak ada berita di sini tentang kebijakan stabil dan lama kami untuk membangun kemitraan statis yang komprehensif dengan China, ini hanyalah langkah lain," ujar dia, mengomentari pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov baru-baru ini dengan Menlu China Wang Yi.
Baca juga: Rusia: Ukraina Siap Penuhi Berbagai Tuntutan Utama Moskow
Mengomentari keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk beralih ke pembayaran rubel untuk kontrak gas dengan negara-negara “tidak bersahabat”, Ryabkov mengatakan Rusia tidak mengubah ketentuan kontrak tetapi melindungi kepentingannya.
"Kami tidak mengubah (persyaratan) kontrak, kami melindungi kepentingan kami dari tsunami, gelombang sanksi yang sama sekali tidak bertanggung jawab yang baru saja menghantam fondasi perdagangan internasional dan sistem internasional," ujar Ryabkov kepada RT.com.
“Fakta bahwa negara-negara di Barat menghentikan kontrak dengan Rusia di beberapa bidang hanya dalam semalam adalah memalukan,” papar Ryabkov.
"Tidak ada berita di sini tentang kebijakan stabil dan lama kami untuk membangun kemitraan statis yang komprehensif dengan China, ini hanyalah langkah lain," ujar dia, mengomentari pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov baru-baru ini dengan Menlu China Wang Yi.
Baca juga: Rusia: Ukraina Siap Penuhi Berbagai Tuntutan Utama Moskow
Mengomentari keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk beralih ke pembayaran rubel untuk kontrak gas dengan negara-negara “tidak bersahabat”, Ryabkov mengatakan Rusia tidak mengubah ketentuan kontrak tetapi melindungi kepentingannya.
"Kami tidak mengubah (persyaratan) kontrak, kami melindungi kepentingan kami dari tsunami, gelombang sanksi yang sama sekali tidak bertanggung jawab yang baru saja menghantam fondasi perdagangan internasional dan sistem internasional," ujar Ryabkov kepada RT.com.
“Fakta bahwa negara-negara di Barat menghentikan kontrak dengan Rusia di beberapa bidang hanya dalam semalam adalah memalukan,” papar Ryabkov.
Lihat Juga :