Mariupol Dikepung Pasukan Rusia, Warga: Kami Ketakutan

Kamis, 03 Maret 2022 - 22:09 WIB
Baca juga: 498 Prajurit Rusia Tewas dan 2.870 Tentara Ukraina Gugur dalam Perang

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Kamis mendesak warga sipil untuk mengevakuasi kota melalui koridor kemanusiaan, tetapi penduduk mengatakan tidak ada jeda dalam serangan untuk memungkinkan orang bergerak.

Penduduk mengatakan komunikasi hampir terputus selama dua hari, mencegah orang-orang di kota itu untuk saling menghubungi. Beberapa panggilan dari BBC ke warga terputus berulang kali atau gagal terhubung sejak awal.

Berbicara kepada BBC pada Kamis pagi, Wakil Wali Kota Sergiy Orlov mengatakan seluruh kota sekarang tanpa listrik, air, atau sistem sanitasi.

"Kami memiliki 15 saluran listrik utama dan semuanya sekarang padam. Kami benar-benar terputus - dihancurkan oleh artileri. Hanya pasokan gas alam yang tersisa," ujarnya.

"Mariupol masih Ukraina sekarang, kami masih mengontrol di dalam perimeter, tetapi ada pertempuran di jalan-jalan di pinggiran dan kami berada di garis krisis kemanusiaan," tegasnya.

Baca juga: Ledakan Guncang Stasiun Kereta Api Kiev saat Kedatangan Tentara Rusia Terhambat

Orlov masih belum bisa menghubungi ayah, ibu dan saudara laki-lakinya, yang tinggal bersama di distrik perumahan yang telah dibombardir berat sejak Senin malam.

"Saya tidak dapat menjangkau mereka dengan cara apa pun, penembakan terus berlanjut," ujarnya.

Dmytro, seorang aktivis di kota itu, mengatakan kepada BBC bahwa dia bisa mendengar suara tembakan dan ledakan terus-menerus dari tempat dia berlindung. Setelah kurang dari satu menit, sambungan telepon tiba-tiba terputus, dan dia tidak dapat dihubungi lagi.

Alexander, seorang insinyur berusia 44 tahun di kota itu, mengatakan dia berlindung bersama istri, dua putra dan ibunya di sebuah gedung berlantai lima.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!