Gejolak Besar Menunggu, Warga Eropa Segera Bayar 2 Kali Lipat untuk Gas
Rabu, 23 Februari 2022 - 10:39 WIB
Sebelumnya, Kanselir Jerman Scholz mengatakan pemerintah Jerman menghentikan proses sertifikasi selama berbulan-bulan dari proyek pipa Nord Stream 2 yang didukung Rusia, akibat kebuntuan saat ini antara Rusia dan Ukraina atas wilayah Donbass.
Baca juga: Biden Umumkan Tahap Pertama Sanksi Baru Rusia, Hindari Senjata Makan Tuan
Senin malam, Rusia secara resmi mengakui Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk di wilayah yang memisahkan diri.
Tindakan Rusia memicu kritik dari negara-negara Barat. Barat mengklaim Rusia berusaha menyerang Ukraina secara tidak sah.
Kanselir Scholz mengatakan dia telah meminta Kementerian Ekonomi Jerman untuk memastikan sertifikasi pipa tidak dapat dilakukan saat ini.
“Kedengarannya teknis, tetapi ini adalah langkah administratif yang diperlukan sehingga tidak ada sertifikasi pipa dan tanpa sertifikasi ini, Nord Stream 2 tidak dapat mulai beroperasi,” ungkap Kanselir Jerman.
Jaringan pipa senilai USD12 miliar itu mayoritas dimiliki raksasa energi negara Rusia Gazprom. Pipa itu mampu mengangkut 55 miliar meter kubik gas alam setiap tahun dari Rusia ke Jerman.
Baca juga: Biden Umumkan Tahap Pertama Sanksi Baru Rusia, Hindari Senjata Makan Tuan
Senin malam, Rusia secara resmi mengakui Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk di wilayah yang memisahkan diri.
Tindakan Rusia memicu kritik dari negara-negara Barat. Barat mengklaim Rusia berusaha menyerang Ukraina secara tidak sah.
Kanselir Scholz mengatakan dia telah meminta Kementerian Ekonomi Jerman untuk memastikan sertifikasi pipa tidak dapat dilakukan saat ini.
“Kedengarannya teknis, tetapi ini adalah langkah administratif yang diperlukan sehingga tidak ada sertifikasi pipa dan tanpa sertifikasi ini, Nord Stream 2 tidak dapat mulai beroperasi,” ungkap Kanselir Jerman.
Jaringan pipa senilai USD12 miliar itu mayoritas dimiliki raksasa energi negara Rusia Gazprom. Pipa itu mampu mengangkut 55 miliar meter kubik gas alam setiap tahun dari Rusia ke Jerman.
Lihat Juga :