Arab Saudi Berniat Gelar Putaran Baru Pembicaraan dengan Iran
Senin, 21 Februari 2022 - 00:48 WIB
"Jika kita melihat kemajuan substantif pada file-file itu, maka ya pemulihan hubungan mungkin dilakukan. Sejauh ini kita belum melihat itu," katanya di Konferensi Keamanan Munich.
Arab Saudi dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada 2016. Tahun lalu, kedua negara meluncurkan pembicaraan yang diprakarsai oleh Irak. Pembicaraan ini berlangsung ketika kekuatan global berusaha menyelamatkan pakta nuklir dengan Teheran, yang dianggap cacat oleh negara-negara Teluk karena tidak menangani program rudal Iran dan jaringan proksi teroris.
Baca: Iran Akan Buka Kembali Kantor Perwakilan untuk OKI di Arab Saudi
Arab Saudi yang menjadi pemimpin Muslim Sunni dan Iran yang menjadi pemimpin Syiah berlomba-lomba untuk mendapatkan pengaruh dalam persaingan yang terjadi di seluruh kawasan Timur Tengah. Termasuk dalam peristiwa-peristiwa seperti perang yang menghancurkan di Yaman, dan selama krisis di Lebanon, di mana kelompok teroris Hizbullah yang didukung Iran bertanggung jawab atas merusak hubungan Teluk Beirut.
Arab Saudi dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada 2016. Tahun lalu, kedua negara meluncurkan pembicaraan yang diprakarsai oleh Irak. Pembicaraan ini berlangsung ketika kekuatan global berusaha menyelamatkan pakta nuklir dengan Teheran, yang dianggap cacat oleh negara-negara Teluk karena tidak menangani program rudal Iran dan jaringan proksi teroris.
Baca: Iran Akan Buka Kembali Kantor Perwakilan untuk OKI di Arab Saudi
Arab Saudi yang menjadi pemimpin Muslim Sunni dan Iran yang menjadi pemimpin Syiah berlomba-lomba untuk mendapatkan pengaruh dalam persaingan yang terjadi di seluruh kawasan Timur Tengah. Termasuk dalam peristiwa-peristiwa seperti perang yang menghancurkan di Yaman, dan selama krisis di Lebanon, di mana kelompok teroris Hizbullah yang didukung Iran bertanggung jawab atas merusak hubungan Teluk Beirut.
(esn)
Lihat Juga :