Rusia-China Siap Pasang Badan untuk Iran dari Sanksi PBB
Rabu, 10 Juni 2020 - 17:06 WIB
Washington telah mengancam akan memicu kembalinya sanksi PBB kepada Iran jika Dewan Keamanan tidak memperpanjang embargo senjata yang akan berakhir pada Oktober di bawah kesepakatan Teheran dengan kekuatan dunia untuk mencegahnya mengembangkan senjata nuklir.
Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft mengatakan pekan lalu bahwa rancangan resolusi embargo akan segera diedarkan.
Rusia dan China telah mengisyaratkan mereka menentang penerapan kembali embargo senjata terhadap Iran dengan kekuatan veto mereka di Dewan Keamanan PBB. Jika mereka memblokir resolusi yang dirancang AS, maka Washington harus menindaklanjuti ancaman memberlakukan kembali sanksi.
"Amerika Serikat, yang tidak lagi menjadi peserta JCPOA (kesepakatan nuklir) setelah berjalan menjauh darinya, tidak memiliki hak untuk meminta Dewan Keamanan meminta snapback (mengatifkan kembali sanksi)," tulis Wang dalam suratnya tertanggal 7 Juni.
Kesepakatan nuklir Iran 2015, diabadikan dalam resolusi PBB, memungkinkan untuk pengembalian sanksi terhadap Iran, termasuk embargo senjata, jika Iran melanggar kesepakatan. Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan pada tahun 2018, menyebut perjanjian dari kepresidenan Barack Obama sebagai "kesepakatan terburuk yang pernah ada."
Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft mengatakan pekan lalu bahwa rancangan resolusi embargo akan segera diedarkan.
Rusia dan China telah mengisyaratkan mereka menentang penerapan kembali embargo senjata terhadap Iran dengan kekuatan veto mereka di Dewan Keamanan PBB. Jika mereka memblokir resolusi yang dirancang AS, maka Washington harus menindaklanjuti ancaman memberlakukan kembali sanksi.
"Amerika Serikat, yang tidak lagi menjadi peserta JCPOA (kesepakatan nuklir) setelah berjalan menjauh darinya, tidak memiliki hak untuk meminta Dewan Keamanan meminta snapback (mengatifkan kembali sanksi)," tulis Wang dalam suratnya tertanggal 7 Juni.
Kesepakatan nuklir Iran 2015, diabadikan dalam resolusi PBB, memungkinkan untuk pengembalian sanksi terhadap Iran, termasuk embargo senjata, jika Iran melanggar kesepakatan. Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan pada tahun 2018, menyebut perjanjian dari kepresidenan Barack Obama sebagai "kesepakatan terburuk yang pernah ada."
Lihat Juga :