Antisipasi Covid-19, Lockdown Cegah Kematian 3,1 Juta Orang di Eropa
Rabu, 10 Juni 2020 - 13:05 WIB
Setidaknya, menurut para peneliti, 4% dari populasi di negara-negara yang mereka amati telah terinfeksi. "Klaim-klaim bahwa semua ini telah rampung dapat ditolak dengan tegas. Kita masih pada permulaan pandemi," kata Flaxman. (Baca juga: Nakes di 7 Puskesmas di Kota Bandung Positif, Pelayanan Tetap Buka)
Itu artinya, ketika lockdown mulai dicabut, ada risiko virus korona bisa mulai menyebar lagi. "Ada risiko yang sangat nyata bahwa jika pergerakan kembali berlangsung maka akan ada gelombang kedua yang datang dalam waktu dekat, dalam sebulan atau dua bulan ke depan," papar Dr Samir Bhatt, peneliti lainnya.
Sementara itu, University of California, Berkeley, menganalisis dampak karantina wilayah di China, Korea Selatan, Iran, Prancis, dan Amerika Serikat. Laporan mereka, yang juga diterbitkan jurnal Nature, menyebutkan karantina wilayah mencegah 530 juta penularan di negara-negara tersebut. Sesaat sebelum karantina wilayah diberlakukan, mereka mengatakan kasus-kasus berlipat ganda setiap dua hari. (Baca juga: Pangeran Arab Saudi Meninggal Diduga karena Covid-19)
Dr Solomon Hsiang, salah satu peneliti, mengatakan virus korona merupakan tragedi manusia yang nyata. “Aksi global dalam mencegah penyebaran virus telah menyelamatkan lebih banyak nyawa, dalam periode waktu yang singkat dibandingkan masa-masa sebelumnya,” katanya. (Muh Shamil)
Itu artinya, ketika lockdown mulai dicabut, ada risiko virus korona bisa mulai menyebar lagi. "Ada risiko yang sangat nyata bahwa jika pergerakan kembali berlangsung maka akan ada gelombang kedua yang datang dalam waktu dekat, dalam sebulan atau dua bulan ke depan," papar Dr Samir Bhatt, peneliti lainnya.
Sementara itu, University of California, Berkeley, menganalisis dampak karantina wilayah di China, Korea Selatan, Iran, Prancis, dan Amerika Serikat. Laporan mereka, yang juga diterbitkan jurnal Nature, menyebutkan karantina wilayah mencegah 530 juta penularan di negara-negara tersebut. Sesaat sebelum karantina wilayah diberlakukan, mereka mengatakan kasus-kasus berlipat ganda setiap dua hari. (Baca juga: Pangeran Arab Saudi Meninggal Diduga karena Covid-19)
Dr Solomon Hsiang, salah satu peneliti, mengatakan virus korona merupakan tragedi manusia yang nyata. “Aksi global dalam mencegah penyebaran virus telah menyelamatkan lebih banyak nyawa, dalam periode waktu yang singkat dibandingkan masa-masa sebelumnya,” katanya. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :