Utusan Baru PBB untuk Myanmar Sangat Prihatin dengan Meningkatnya Kekerasan

Senin, 27 Desember 2021 - 23:04 WIB
Sejak kudeta, diplomat Swiss itu telah dihalangi oleh para jenderal untuk mengunjungi negara itu, di mana dia berharap untuk bertemu dengan mantan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Baca: Mobil Ditemukan Terbakar, Relawan Kemanusiaan Hilang dalam Serangan Mematikan Tentara Myanmar

Pekan lalu, media pemerintah melaporkan junta telah menutup kantor utusan khusus PBB di negara itu "sejak kegiatan Christine Schraner Burgener telah berakhir". Junta tidak menanggapi pertanyaan apakah akan mengizinkan Heyzer untuk membuka kantor, atau apakah akan mengizinkannya berkunjung.

Protes nasional terhadap kudeta militer Februari telah bertemu dengan tindakan keras berdarah, dengan lebih dari 1.300 orang tewas dan lebih dari 11.000 ditangkap, menurut kelompok pemantau lokal.

Upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis yang dipimpin oleh PBB dan Perhimpunan negara-negara Asia Tenggara sejauh ini hanya menghasilkan sedikit kemajuan. Para jenderal junta menolak untuk terlibat dengan lawan perebutan kekuasaan mereka.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!