Tambang Batu Giok di Myanmar Longsor, 1 Tewas dan 70 Hilang
Rabu, 22 Desember 2021 - 15:07 WIB
Ratusan penggali telah kembali ke Hpakant selama musim hujan untuk mencari tambang terbuka yang berbahaya, menurut seorang aktivis lokal. Junta Myanmar sendiri telah melarang penggalian hingga Maret 2022.
"Mereka menambang di malam hari dan di pagi hari mereka menggali tanah dan batu," kata aktivis itu, seraya menambahkan beban tambahan telah menyebabkan tanah itu tergelincir ke dalam danau.
Baca: Tambang Emas di Solok Selatan Longsor, 7 Pekerja Tewas dan 1 Hilang
Ko Nyi dari tim penyelamat juga mengatakan, peningkatan tekanan dari berat tanah dan batu yang dibuang telah mendorong tanah menuruni bukit ke dalam danau. “Sekitar 200 penyelamat bekerja untuk memulihkan mayat, dengan beberapa menggunakan perahu untuk mencari korban tewas di danau terdekat,” tambahnya.
Akses ke tambang di bagian utara negara yang terpencil sangat dibatasi oleh militer dan akses internet tidak merata. Outlet lokal Kachin News Group mengatakan 20 penambang tewas dalam tanah longsor.
"Mereka menambang di malam hari dan di pagi hari mereka menggali tanah dan batu," kata aktivis itu, seraya menambahkan beban tambahan telah menyebabkan tanah itu tergelincir ke dalam danau.
Baca: Tambang Emas di Solok Selatan Longsor, 7 Pekerja Tewas dan 1 Hilang
Ko Nyi dari tim penyelamat juga mengatakan, peningkatan tekanan dari berat tanah dan batu yang dibuang telah mendorong tanah menuruni bukit ke dalam danau. “Sekitar 200 penyelamat bekerja untuk memulihkan mayat, dengan beberapa menggunakan perahu untuk mencari korban tewas di danau terdekat,” tambahnya.
Akses ke tambang di bagian utara negara yang terpencil sangat dibatasi oleh militer dan akses internet tidak merata. Outlet lokal Kachin News Group mengatakan 20 penambang tewas dalam tanah longsor.
Lihat Juga :