Pakistan: Tolong Jangan Tinggalkan Afghanistan
Sabtu, 18 Desember 2021 - 17:27 WIB
Afghanistan menghadapi krisis ekonomi dan bencana kemanusiaan yang menjulang setelah pengambilalihan Taliban. Aset negara senilai miliaran dolar di luar negeri, sebagian besar di AS, telah dibekukan dan pendanaan internasional ke negara itu telah dihentikan.
Baca: Komandan Tertinggi Taliban Pakistan Lolos dari Serangan Drone
Dunia juga masih menunggu perkembangan, sebelum memperluas pengakuan formal apa pun kepada penguasa baru di Kabul. Dunia waspada bahwa Taliban dapat memberlakukan rezim yang sama kerasnya seperti ketika mereka berkuasa 20 tahun lalu—meskipun mereka menjamin sebaliknya.
Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pekan lalu, Muttaqi mengatakan bahwa penguasa baru Afghanistan berkomitmen untuk pendidikan anak perempuan dan perempuan dalam angkatan kerja.
Namun empat bulan setelah pemerintahan Taliban, anak perempuan tidak diizinkan bersekolah di sekolah menengah di sebagian besar provinsi. Dan, meskipun perempuan telah kembali ke pekerjaan mereka di sebagian besar sektor perawatan kesehatan, banyak pegawai negeri perempuan dilarang masuk kerja.
Baca: Komandan Tertinggi Taliban Pakistan Lolos dari Serangan Drone
Dunia juga masih menunggu perkembangan, sebelum memperluas pengakuan formal apa pun kepada penguasa baru di Kabul. Dunia waspada bahwa Taliban dapat memberlakukan rezim yang sama kerasnya seperti ketika mereka berkuasa 20 tahun lalu—meskipun mereka menjamin sebaliknya.
Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pekan lalu, Muttaqi mengatakan bahwa penguasa baru Afghanistan berkomitmen untuk pendidikan anak perempuan dan perempuan dalam angkatan kerja.
Namun empat bulan setelah pemerintahan Taliban, anak perempuan tidak diizinkan bersekolah di sekolah menengah di sebagian besar provinsi. Dan, meskipun perempuan telah kembali ke pekerjaan mereka di sebagian besar sektor perawatan kesehatan, banyak pegawai negeri perempuan dilarang masuk kerja.
(esn)
Lihat Juga :