Cara China Lakukan 11 Juta Tes Covid-19 Dalam 2 Pekan

Selasa, 09 Juni 2020 - 06:10 WIB
Sampel pengumpulan memungkinkan lebih banyak tes dengan kit yang ada, sambil tetap memberikan akurasi diagnostik yang cukup, menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet pada akhir April. Jika hasil positif datang dari batch, otoritas kemudian dapat menindaklanjuti dengan penilaian pada setiap orang dalam kelompok.

(Baca: China Marah, Tak Tahan Dituduh sebagai Biang Keladi Covid-19 )

"Itu tidak akurat, dalam arti bahwa jika Anda mendapatkan positif, Anda tidak akan tahu siapa yang dalam batch positif. Tetapi, ini memungkinkan penyaringan cepat berbagai area dan jika Anda menemukan seseorang positif, Anda dapat masuk dan menguji semua orang secara individu," kata MacIntyre.

Namun, teknik ini mungkin tidak dapat diterapkan di negara lain yang masih melaporkan puluhan ribu infeksi. Metode ini hanya efisien ketika tingkat infeksi di bawah 1 persen.

"Jika tingkat infeksi di antara populasi setinggi skenario sebelumnya di Wuhan, ini malah akan meningkatkan biaya pengujian," kata ucap Peng Zhiyong, direktur unit perawatan intensif di Rumah Sakit Zhongnan Wuhan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!