Cara China Lakukan 11 Juta Tes Covid-19 Dalam 2 Pekan

Selasa, 09 Juni 2020 - 06:10 WIB
loading...
Cara China Lakukan 11...
Ilustrasi
A A A
BEIJING - Wuhan menyelesaikan pengujian seluruh penduduknya yang berjumlah 11 juta saat China mengerahkan sumber daya besar-besaran untuk menghindari kebangkitan infeksi Covid-19. China mencetak rekor baru dengan pengujian ini, di saat negara-negara lain masih berusaha untuk melakukan pengujian yang memadai dari segi jumlah.

Semua penduduk dan mereka yang tercantum dalam dokumen identitas penduduk Wuhan telah dihubungi untuk penilaian dan pemerintah setempat telah melaporkan hanya satu kasus baru sejak program dua minggu dimulai pada 13 Mei silam.

(Baca: Korsel Kerahkan Robot untuk Bantu Cegah Penyebaran Covid-19 )

Upaya pengujian China adalah bagian dari dorongan di semua tingkat pemerintahan untuk mengalihkan narasi publik ke masa depan di tengah tuduhan negara itu menunda tanggapannya terhadap virus itu. Beijing mempercepat pengembangan vaksin, memperluas pengujian di seluruh negara dan mempertahankan pembatasan perjalanan untuk memastikan penurunan infeksi tetap seperti itu.

"China telah menunjukkan bahwa mereka dapat memobilisasi sumber daya manusia dan peralatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai hal dengan cepat dan dalam skala besar. Ini kombinasi dari kapasitas teknologi dan kemauan politik," kata Raina MacIntyre, profesor keamanan hayati global di Universitas New South Wales di Sydney, Australia, seperti dilansir Al Arabiya.

Melakukan 11 juta pengujian dalam dua minggu telah mengharuskan China untuk mengadopsi metode pengujian batch yang memungkinkan petugas kesehatan untuk menilai 10 sampel secara bersamaan.

Sampel pengumpulan memungkinkan lebih banyak tes dengan kit yang ada, sambil tetap memberikan akurasi diagnostik yang cukup, menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet pada akhir April. Jika hasil positif datang dari batch, otoritas kemudian dapat menindaklanjuti dengan penilaian pada setiap orang dalam kelompok.

(Baca: China Marah, Tak Tahan Dituduh sebagai Biang Keladi Covid-19 )

"Itu tidak akurat, dalam arti bahwa jika Anda mendapatkan positif, Anda tidak akan tahu siapa yang dalam batch positif. Tetapi, ini memungkinkan penyaringan cepat berbagai area dan jika Anda menemukan seseorang positif, Anda dapat masuk dan menguji semua orang secara individu," kata MacIntyre.

Namun, teknik ini mungkin tidak dapat diterapkan di negara lain yang masih melaporkan puluhan ribu infeksi. Metode ini hanya efisien ketika tingkat infeksi di bawah 1 persen.

"Jika tingkat infeksi di antara populasi setinggi skenario sebelumnya di Wuhan, ini malah akan meningkatkan biaya pengujian," kata ucap Peng Zhiyong, direktur unit perawatan intensif di Rumah Sakit Zhongnan Wuhan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Infografis
6 Orang Meninggal dalam...
6 Orang Meninggal dalam Sepekan, Covid-19 di Jakarta Terkendali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved