Berencana Hapus Kata Natal, Paus Fransiskus Samakan UE dengan Nazi
Rabu, 08 Desember 2021 - 20:08 WIB
Paus Fransiskus juga mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) harus berhati-hati untuk tidak mengambil jalur kolonisasi ideologis, karena ini bisa berakhir dengan memecah belah negara dan menyebabkan UE gagal.
Dalam dokumen internal setebal 32 halaman, yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pekan lalu, para pejabat Eropa direkomendasikan untuk menggunakan bahasa inklusif untuk mengurangi formulasi yang terkait dengan gender, etnisitas, dan orientasi.
Secara khusus, karyawan diminta untuk menyebut periode Natal sebagai "musim liburan", karena orang memiliki tradisi dan kalender agama yang berbeda. Selain itu, teks dokumen tersebut berisi rekomendasi untuk mengabaikan salam “tuan dan nyonya”, menggantinya dengan “rekan-rekan yang terhormat.”
Baca juga: Paus Fransiskus Tegaskan Dukungan untuk Solusi Dua Negara di Konflik Israel-Palestina
Dalam dokumen internal setebal 32 halaman, yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pekan lalu, para pejabat Eropa direkomendasikan untuk menggunakan bahasa inklusif untuk mengurangi formulasi yang terkait dengan gender, etnisitas, dan orientasi.
Secara khusus, karyawan diminta untuk menyebut periode Natal sebagai "musim liburan", karena orang memiliki tradisi dan kalender agama yang berbeda. Selain itu, teks dokumen tersebut berisi rekomendasi untuk mengabaikan salam “tuan dan nyonya”, menggantinya dengan “rekan-rekan yang terhormat.”
Baca juga: Paus Fransiskus Tegaskan Dukungan untuk Solusi Dua Negara di Konflik Israel-Palestina
(ian)
Lihat Juga :