Berencana Hapus Kata Natal, Paus Fransiskus Samakan UE dengan Nazi

Rabu, 08 Desember 2021 - 20:08 WIB
Paus Fransiskus. Foto/The Daily Star
VATICAN CITY - Pada akhir November, Komisi Eropa mengeluarkan serangkaian rekomendasi untuk digunakan secara internal. Rekomendasi itu menyarankan untuk membatasi penggunaan bahasa yang mereferensikan langsung terhadap gender, etnis, ras, dan agama. Pembatasan informal juga membatasi penggunaan kata Natal .

Paus Fransiskus pun bereaksi atas rencana mengganti kata "Selamat Natal" dengan "liburan bahagia," membandingkan rekomendasi itu dengan aturan kediktatoran paling kejam, termasuk yang fasis. Paus mengatakan mereka mengancam untuk memusnahkan tradisi dan konsep sejarah.



Pada saat yang sama, Paus Fransiskus mendesak dukungan untuk para migran dan mengatakan bahwa demokrasi terancam baik oleh populisme maupun pemerintah supranasional. Dia menyebut dokumen itu sebagai "anakronisme" dari "sekularisme yang dipermudah".

“Dalam banyak sejarah, banyak kediktatoran telah mencoba melakukannya. Pikirkan Napoleon: dari sana. Pikirkan kediktatoran Nazi, komunis,” kata Paus pada konferensi pers sekembalinya dari perjalanannya ke Yunani dan Siprus.

Baca juga: Pendeta Ortodoks Yunani Sebut Paus Fransiskus Sesat

"Ini adalah gaya sekularisme yang encer, air suling. Tapi ini adalah sesuatu yang selama ini tidak berhasil," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (8/12/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!